www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Zaini Djalil “Ketika Petani Aceh Hebat Malah di Kunci dan Dieliminir oleh Pemerintah.”

0 1,207

Acehasia.com| Banda Aceh – Ketua DPW Partai Nasdem Aceh, Zaini Djalil mengemukakan pandangannya mengenai penangkapan Keuchik Meunasah Rayeuk Kecamatan Nisam, Aceh Utara. Zaini berpendapat bahwa penangkapan Keuchik Munirwan dikarenakan penggunaan benih Padi IF8 merupakan hal yang berpotensi menjadi penyalahgunaan kewenangan. (25/7/19)

Selain itu, menurut Zaini, suatu tindak pidana itu terlepas dari dua alat bukti yang harus di perhatikan adalah niat dari terduga pelaku. Apabila Keuchik ini ada potensi melakukan pemalsuan benih, atau penipuan dari penggunaan benih tersebut untuk menguntungkan kepentinganya baru bisa dikatakan memiliki indikasi yang berpotensi tindak pidana.

“Sejauh ini, media memberitakan prestasi yang dicapai oleh Geuchik Munirwan. Produksi dari 7 ton menjadi 11 ton adalah hal yang seharusnya diapresiasi atas inovasi benih yang digunakan oleh Pemerintah Aceh, dan pemerintah Aceh sebagai regulator harus di fasilitasi Keuchik untuk sertfikasi benih.” Jelas Zaini Djalil dalam keterangan persnya yang diterima redaksi acehasia.com.

Foto : Doc Pribadi.

Penangkapan Keuchik ini harusnya melalui klarifikasi terlebih dahulu sebelum masuk ke ranah hukum. Tentu perlu ada klarifikasi dari balai benih bahwa penggunaan benih ini potensi gagal panen atau semacam apa pelanggaran pelanggaran aturan yang berlaku, tidak bisa serta merta mempidanakan.  

“Atas kerjanya ini, Keuchik Munirwan malah mendapat promosi dan apreasiasi di level nasional, sedangkan di daerah sendiri justru ia dilaporkan karena kasus yang justru merupakan prestasi yang di dapatnya.” Jelas Zaini. Zaini juga menambahkan bahwa selama ini pemerintah Aceh seperti tidak bertanggung jawab atas gagalnya panen. Justru ketika ada yang berhasil malah di kriminalisasikan.  Pemerintahan Aceh selama ini kurang tegas dalam pemberdayaan petani, ketika petani Aceh hebat malah di kunci dan dieliminir oleh pemerintah.

Harapannya, Zaini ingin agar pihak hukum lebih Arif dalam menindak lanjuti persoalan ini. Karena prinsip dasar hukum adalah perlindungan terhadap masyarakat, bukan malah sebaliknya, perlulah konsep restoratif justice yang dikedepankan di era polisi promoter.(Ril/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More