www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Wakil Menteri PUPR RI: “Akses Ke Makam Cut Meutia Segera Dibangun Secara Bertahap”

0 585

Acehasia.com | Aceh Utara – Setelah melintasi jalur ekstrem berlumpur dan berbukit, Wakil Menteri PUPR Jhon Wempi Wetipo bersama rombongan akhirnya berhasil menempuh makam Pahlawan Wanita Nasional Cut Meutia di pelosok hutan Kecamatan Pirak Timu, Kabupaten Aceh Utara, Jum’at (14/02/2020) petang.

Kunjungan Jhon yang telah bersusah payah melintasi jalur ektrem tersebut demi melihat langsung kondisi akses menuju makam Pahlawan, untuk selanjutnya akan disiapkan kebutuhan apa saja yang diperlukan dalam membangun akses yang lebih mantap agar generasi kedepan bisa dengan mudah mengunjungi langsung makam itu.

“Saya selama ini hanya bisa membaca buku sejarah terkait dengan perjuangan Pahlawan Nasional dari Aceh yaitu Cut Meutia. Dan saya bersyukur kepada tuhan karena sekian puluh tahun ada makam ini, dan setelah saya dilantik menjadi Wakil Menteri PUPR baru kali ini saya bisa sampai di makam Cut Meutia,” kata Jhon Wempi Wetipo.

Dalam upaya membangun akses menuju makam tersebut, Jhon menyebutkan bahwa sudah ada Dana Intensif Daerah (DID) dan bahkan sedang dihitung untuk melihat berapa jumlah besaran anggaran yang dibutuhkan nantinya. Setelah semuanya selesai, maka akses siap dikerjakan.

“DID-nya sudah ada dan lagi dihitung karena besaran anggaran yang kita butuhkan dari total kurang lebih sekitar 80 km dari pusat Kota itu seperti apa dan berapa. Kemudian nanti setelah dihitung kita akan tahu berapa besar biaya yang kita butuhkan untuk bangun jalan dari Aceh Utara sampai ke Makam,” terang Jhon Wempi Wetipo.

Ia juga meminta Cipta Karya untuk dapat menghitung pemetaan kawasan. Artinya, pogres yang bisa dilakukan nantinya tidak boleh terhambat dengan persoalan kepemilikan tanah atau wilayah mengingat persoalan semacam itu menurutnya kerap sekali terjadi di semua wilayah Indonesia.

“Tadi saya minta teman-teman dari Cipta Karya menghitung untuk pemetaan kawasannya. Saya berharap kalau bisa Pogres dilakukan ke depan itu tidak boleh ada hambatan terkait kepemilikan wilayah dan tanah. Karena dimana-mana kita menghadapi masalah yang sama, ketika mau dieksekusi kendala yang kita hadapi adalah soal lahan,” tandas Jhon.

Sementara itu Anggota Komisi V DPR RI, H. Ruslan M. Daud yang ikut dalam rombongan ini mengatakan bahwa untuk pogres membangun jalan menuju makam dilakukan secara bertahap, sementara DID terlebih dahulu. Hal ini, kata Ruslan atau akrab disapa HRD, sesuai usulan.

“Pogresnya itu bertahap, jadi DID dulu. Ini sesuai usulan kita sesuai reses yang kita tampung dan kita perjuangkan. Kalau kita bilang semua infrastruktur di Aceh itu masih kurang, namun hal ini terus kita sampaikan ke senayan bahkan sudah ke Menteri PUPR,” kata HRD menjawab awak media.

Pihaknya juga sudah sepakat, akan tetapi perlu melihat penyesesuaian yang telah disampaikan pada program atau DID. Disebutkan HRD, untuk DID ia melihatnya sejak tahun 2016 lalu. Maka, sebagai bentuk tindak lanjut, Pemerintah Pusat ingin melihat secara utuh sejauh mana dibutuhkan biaya dan tentunya dengan cara bertahap. (Chairul/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More