www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Volume Sampah Meningkat Tiap Tahun, Pemanfaatan Landfill Tersendat Biaya

0 755

Acehasia.com | Aceh Utara – Salah satu permasalahan lingkungan yang berkaitan erat dengan pelayanan publik adalah pengelolaan sampah. Seiring dengan pertumbuhan penduduk, volume sampah yang dihasilkan setiap tahun juga semakin meningkat.

Sampah, sudah menjadi permasalahan nasional dan daerah terutama di Ibukota Kecamatan. Pada Oktober 2018 lalu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Aceh Utara sempat membeberkan bahwa timbunan sampah di Kabupaten ini perharinya mencapai 296 ton dan 108.312 ton pertahun.

Sementara untuk tahun 2019, Sekretaris DLHK, Cut Ibrahim menuturkan volume sampah juga masih terus meningkat. Di mana saat ini pihaknya menangani 26 wilayah terutama untuk kawasan Central yaitu Kecamatan Dewantara, Lhoksukon, dan Tanah Jambo Aye.

“Volume sampah untuk ditahun 2019 meningkat, ada 26 wilayah yang kami tangani dalam mengatasi sampah – sampah tersebut terutama wilayah central seperti Kecamatan Dewantara, Lhoksukon dan Tanah Jambo Aye,” kata Cut Ibrahim, dikonfirmasi Acehasia.com pada Rabu (11/12/2019).

Seiring dengan penambahan volume sampah yang terus terjadi setiap harinya, Pemerintah setempat juga telah membangun semacam waduk penampungan sampah atau disebut dengan Landfill di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) yang jauh dari pusat Ibukota Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara. 

Namun, lagi-lagi tersendat karena anggaran. Untuk mendorong sampah-sampah tersebut kedalam Landfill, kata Cut Ibrahim membutuhkan banyak biaya mengingat pemrosesan ini dilakukan dengan cara menggunakan tiga unit alatberat yang harus dioperasikan setiap harinya.

“Sementara ini tidak ada biaya untuk mengoperasikan alatberat tersebut karena harus setiap hari di TPA. Namun penampungan ke dalam landfill sudah terisi, tetapi belum maksimal mengingat anggaran yang minim. Sedangkan untuk memaksimalkan TPA setidaknya membutuhkan anggaran 40 milyar,” tandas Cut Ibrahim.

DLHK pada tahun 2018 mencatat sebagaimana dari hasil survey, bahwa timbunan sampah terbanyak bersumber dari Pemukiman yaitu 52,97 persen, dari tingkat Pasar sejumlah empat persen, 5,32 persen bersumber dari Sekolah, 27,35 persen dari Perkantoran, dari Industri sejumlah 8,97 persen, dan lain-lain dengan jumlah 1,4 persen.

Komisi IV DPRK Aceh Utara yang diketuai Nasrizal atau Cek Bay, sempat mendatangi langsung lokasi TPA pada Senin (09/12/2019) dalam kunjungan kerja bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh Utara. Berhubung jalan masuk menuju landfill tak dapat dilalui karena ditutupi sampah, rombongan Komisi itupun hanya berhenti disitu saja melihat dari jauh. (Chairul/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More