www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Unsyiah Perpanjang Masa Belajar Online

0 524

Acehasia.com | Banda Aceh – Universitas Syiah Kuala mengeluarkan Surat Edaran Rektor No. B/1669/UN11/KP11.00/2020A, memutuskan untuk  memperpanjang masa pembelajaran daring (online) sampai akhir Semester Genap 2019/2020.

Hal ini disambut baik oleh para mahasiswa salah satunya Rana Elika mahasiswa yang ditemui oleh Acehasia.com, menurutnya keputusan rektor ini sudah tepat dan bijak.

Hal ini disampaikan oleh salah satu mahasiswa baru tahun angkatan 2019 Unsyiah yang saat ini masih semangat-semangatnya menjalankan proses perkuliahan. Menurutnya, saat ini tidak memungkinkan untuk kita melakukan aktivitas di luar rumah karena beresiko sangat tinggi.

“Penyebaran Corona terlebih seperti pada saat kita berkumpul ke kampus, ini memicu keramaian dan kita tidak tau siapa saja yang sudah terkena, kita akan berinteraksi dengan siapa saja dengan demikian mata rantai penyebaran Corona akan semakin luas oleh karena itu, saya merasa keputusan rektor ini sangat tepat dan bijak,” jelas mahasiswa yang mengambil fokus ada jurusan Manajemen ini.

Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal mengatakan, keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan kondisi penyebaran virus corona (Covid-19) saat ini baik ditingkat nasional atau Aceh. Banda Aceh, (26/3/2020).

Rektor menjelaskan, sebelumnya Unsyiah memberlakukan pembelajaran daring selama dua minggu, yaitu terhitung mulai tanggal 17 – 30 Maret 2020. Namun ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan Unsyiah sehingga masa pembelajaran online tersebut harus diperpanjang.

Di antaranya adalah keputusan Kepala BNPB No.13A Tahun 2020, tentang Perpanjangan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Virus Corona di Indonesia.

Lalu Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 3 Tahun 2020 tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan.

“Selain itu, kita memantau kondisi penyebaran virus corona yang akhir-akhir ini kian mengkhawatirkan. Maka Unsyiah harus bertindak cepat untuk memutus mata rantai penyebaran wabah ini,” kata Samsul Rizal.

Selain itu, Unsyiah juga memutuskan bahwa selama pembelajaran daring untuk menggunakan aplikasi daring seperti aplikasi E-learning Unsyiah, aplikasi video conference, e-mail, dan media sosial daring dalam pelaksanaan  proses perkuliahan sampai akhir Semester Genap 2019/2020, termasuk ujian tengah semester dan ujian akhir semester.

Kemudian, praktikum dalam bentuk lainnya yang relevan secara daring, dan proses pembimbingan tugas akhir/tesis/disertasi dan kegiatan pembimbingan lainnya.

Lalu semua bentuk seminar, sidang mahasiswa dapat dilaksanakan di bawah koordinasi fakultas atau pascasarjana, dengan mengutamakan penggunaan aplikasi video conference dan memperhatikan protokol pencegahan penyebaran Covid-19, jika harus ada kegiatan dalam ruangan.

Begitu pula dengan kegiatan penelitian dosen dan mahasiswa di laboratorium,  dapat dilaksanakan atas izin pimpinan fakultas dan memperhatikan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Kegiatan penelitian berlokasi di luar kampus tidak diperkenankan.

Selanjutnya, Unsyiah memperbolehkan mahasiswa untuk kembali ke tempat asal masing-masing dan harus melakukan self-isolated selama 14 hari. Sementara dosen dan tenaga kependidikan tidak dibenarkan meninggalkan kota Banda Aceh jika tidak ada hal penting.

Pada Surat Edaran yang berlaku sampai 29 Mei 2020 tersebut, Rektor juga memutuskan  bahwa rapat atau pertemuan dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi video conference (untuk pertemuan lebih 40 menit, UPT TIK menyediakan layanan aplikasi Zoom berlisensi). 

Begitu pula dengan rapat tertentu dapat dilaksanakan secara tatap muka langsung atas persetujuan Rektor, Dekan, atau Direktur Pascasarjana, dengan peserta maksimal 10 orang dan menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

Ketentuan lain dalam Lampiran Surat Edaran Rektor No. B/1491/UN11/KP11.00/2020  tetap berlaku, kecuali hal-hal yang telah diatur kembali dalam surat edaran ini.

“Melalui keputusan ini kita berharap, agar terbangun kesadaran bersama. Bahwa wabah ini akan segera berlalu jika setiap kita peduli dan patuh dengan protokol  yang telah ditetapkan dalam penanganan virus yang mematikan ini,” ucap Rektor.

Proses kuliah berbasis daring juga memantik argumen dari mahasiswa. Rana berpendapat, hanya sebagian dosen yang mengerti bahwa daring ( dalam jaringan ) adalah pembelajaran sistem online.

Ia mengatakan model pembelajaran seperti ini bukan berarti pembelajaran yang diganti dengan tugas, tetapi tetap materi hanya saja media nya yang diganti dalam bentuk daring (online) seperti zoom,google class dan sebagainya.

“Sebagian dosen ada yang memberi pembelajaran seperti ini, tetapi sebagian lagi memberikan tugas yang lumayan banyak, dengan deadline waktu sedikit yang membuat mahasiswa kewalahan, tetapi untuk saya pribadi sejauh ini masih aman-aman saja dengan syarat pengaturan waktu kita harus baik dan benar,” jelas mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis. (Lena)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More