www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Resort KSDA 11 Aceh Utara: ‘Kematian Bayi Gajah Karena Faktor Alam’

0 575

Acehasia.com | Aceh Utara – Guna menindaklanjuti kematian bayi gajah Sumatera di kawasan hutan perbatasan antara Kecamatan Cot Girek dengan Kecamatan Payabakong, Kabupaten Aceh Utara, BKSDA Aceh melalui Resort KSDA 11 Aceh Utara Seksi I Lhokseumawe mengecek bangkai bayi gajah tersebut yang kini tersisa tulang belulang.

Pada Jum’at (10/01/2020) siang, personel Resort KSDA 11 Aceh Utara Seksi I Lhokseumawe tiba di lokasi dan langsung melakukan penelusuran terhadap hal-hal mencurigakan yang mungkin saja menyebabkan bayi satwa dilindungi itu mati tak jauh dari kebun warga.

Staf Resort KSDA 11 Aceh Utara Seksi I Lhokseumawe, Nurdin, kepada Acehasia.com mengatakan sebagaimana pengamatan pihaknya di sekitar bangkai bahwa tidak ditemukan benda -benda aneh seperti jerat, sisa racun, atau tali maupun benda lainnya.

“Kami Tim hari ini telah melakukan pengecekan terhadap bangkai bayi gajah. Sementara kami memprediksi kematian bayi gajah tersebut dikarenakan faktor alam, kemungkinan jauh dengan air dan sakit,” kata Nurdin didampingi Tim Conservation Respone Unit (CRU) Cot Girek.

Disebutkan dari hasil pengamatan pihaknya, bayi gajah telah mati sejak seminggu yang lalu. Sementara untuk usia, pihaknya memprediksi usia bayi gajah baru satu bulan. Hal itu menurut Nurdin melihat ukuran telapak kaki yakni panjang 14 sentimeter dan lebar 12 sentimeter.

“Melihat situasi di lapangan kemungkinan kematian bayi gajah ini baru tujuh hari, usianya lebih kurang satu bulan. Bahkan, sebagaimana informasi warga bahwa ada empat ekor bayi gajah yang sempat masuk ke kawasan ini bersama induknya,” jelas Nurdin menambahkan.

Untuk selanjutnya, sambung Nurdin, kemungkinan akan didatangkan Tim Dokter dibawah BKSDA Aceh untuk melihat penyebab kematian gajah. “Menurut pengamatan kami hari ini, memang tidak ada unsur kesengajaan yang menyebabkan bayi gajah mati. Kemungkinan karena faktor alam,” tukas Nurdin.

Sementara itu pihaknya juga mengimbau agar masyarakat yang berkebun jika melihat jerat atau tali seling yang dibuat semacam jerat untuk satwa dilindungi, maka diharapkan segera melaporkan kepada BKSDA melalui CRU Cot Girek. (Chairul/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More