www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Tiga Seniman Nasional Diskusi Bareng Di Aceh

0 922

Acehasia.com|Banda Aceh – Komunitas Pilem Aneuk Aceh (KOPIAH) dan Aceh Bergerak mengadakan acara diskusi dengan tema ‘Fotokopi’, Bincang-bincang tentang forto dan visual art sambil ngop. Kegiatan di lakukan pada Sabtu malam, di markas bersama (mabes) Gampong Lambhuk,Ulee Kareng, Banda Aceh. (7/7/2019).

Pada kesempatan ini turut hadir tiga pemateri handal dari tanah air, yaitu Roy Genggam yang berprofesi sebagai fotografer profesional, Gus S Mana selaku Action Painting berbakat, dan juga dosen Ilmu Seni Budaya Indonesia (ISBI) bernama Teuku Afifuddin.

Dalam sambutannya, Roy Genggam memberikan apresiasi dan salam penghormatan kepada masyarakat sekitar Gampong lambhuk dan kepada panitia penyelenggara acara yang berhadir di mabes.

Roy juga menyampaikan, pengalaman dan pendidikanya yang cemerlang mulai dari awal karir hingga menjadi sukses menjadi photografer.

“Dahulu saya hanya memiliki satu kamera biasa, dengan alat itulah saya memulai pemotretan apa yang saya ingin foto. Kala itu hasil foto karya kita itu masih sulit karena masing menggunakan kamera analog bukan seperti sekarang,”jelasnya.

Lain halnya dengan Guh S Mana. Jika Roy Genggam bergerak pada seni gambar menggunakan cahaya, Guh S Mana justru menggambar dengan tangannya langsung.

Tak hanya menggunakan cat dan kuas seperti kebanyakan orang, Guh S Mana justru memiliki keunikan sendri dalam membuat karyanya. Salah satunya melukis degan menggunakana rambut, bola, atau melukis dengan menggunakan bibirnya sebagai pengganti kuas.

Berbeda lagi dengan Teuku Afifuddin, yang merupakan seorang dosen dan juga editor film dokumenter. Meskipun ia sudah berhenti menjadi editor sejak dua tahun lalu, namun ia memiliki ilmu yang banyak untuk bisa di berikan kepada orang lain.

“Saya selalu ingat kata-kata senior saya bahwa, menjadi editor itu enak tidak pernah tua, ya mati muda.” Jelasnya dengan sambutan tawa para peserta yang hadir.

Para peserta diskusi yang hadir sangat antusias memanfaatkan kesempatan untuk bertanya langsung kepada para pakar di bidang masing-masing. Meski terjadi kekhawatiran pada panitia sebab pemateri datang sedikit terlambat, namun semuanya terbayarkan setelah hadirnya ketigasosok yang di nanti.(Hz)

Laporan:Fauzan Uka

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More