www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Tersangka Pelecehan Seksual Terhadap Santri Terancam Hukuman 90 Kali Cambuk

0 638

Acehasia.com | Lhokseumawe – MZF (26) warga Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara terancam pidana cambuk 90 kali atau denda paling banyak 900 gram emas murni bahkan kurungan penjara 90 bulan. Yang bersangkutan disangkakan Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang hukum Jinayat.

Berdasarkan laporan polisi LP / 23 / I / 2020 / Aceh / Res Lsmw, tanggal 16 Januari 2020, MZF diringkus atas perkara dugaan jarimah pelecehan seksual terhadap anak yang terjadi sekitar bulan bulan Desember 2019 di salah satu Pesantren di Aceh Utara.

Mengenai kasus ini, Kepolisian Resort Lhokseumawe, Aceh, menggelar konferensi pers di Mapolres setempat, Senin (20/01/2020) dipimpin langsung Waka Polres Kompol Ahzan guna menceritakan kronologi kejadian kepada awak media dan menghadirkan tersangka MZF.

Disebutkan, ada dua korban yang masih dibawah umur akibat pelecehan tersebut. Masing-masing AZ (13) dan MFM (14), keduanya merupakan santri di salah satu pesantren di Aceh Utara. Sedangkan tersangka merupakan alumni di pesantren itu dan kini bekerja bagian listrik di pesantren tersebut.

Kompol Ahzan mengatakan, menurut keterangan yang diberikan korban AZ bahwa pelecehan yang dilakukan tersangka sudah berulang lima kali di tahun 2019 dan satu kali di bulan Januari 2020. Tersangka melakukan pelecehan itu disaat korbannya sedang tertidur di bilik pesantren. Pelecehan ini juga dialami oleh rekan AZ yaitu MFM.

“Kejadian yang terakhir yaitu pada Kamis 16 Januari 2020 dinihari, MZF melakukan pelecehan terhadap MFM. Lalu, keesokan paginya sekira pukul 05:30 WIB kedua korban bersama sembilan orang santri melarikan diri dari dayah itu melaporkan kejadian tersebut ke Polisi,” ujar Waka Polres Kota Lhokseumawe, Kompol Ahzan.

Atas dasar laporan, Polisi langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka MZF pada Jum’at siang 17 Januari 2020 meskipun sebelumnya pada Kamis siang 16 Januari 2020 tersangka sempat menyerahkan diri ke Polres setempat didampingi salah satu perwakilan dari Pesantren. Kini, tersangka mendekam di sel tahanan Mapolres Lhokseumawe. (Chairul/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More