www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Temukan Paramedis Masih Gunakan Jas Hujan, Ketua DPRK Banda Aceh Ajak Masyarakat Empati

0 462

Acehasia.com | Banda Aceh – Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar mengajak masyarakat untuk meningkatkan rasa empati terhadap tenaga medis dan paramedis di tengah keterbatasan Alat Pelindung Diri (APD) di beberapa Puskesmas Kota Banda Aceh, Senin (06/04/2020).

Hal itu disampaikannya usai melakukan sidak bersama Pimpinan DPRK dan Komisi IV di dua Puskesmas yang ada di kota Banda Aceh, Puskesmas Kuta Alam, dan Puskesmas Meuraxa.

Dalam kesempatan tersebut, Farid mengatakan, sidak tersebut dilakukan untuk  memastikan kesiapan Puskesmas sekaligus memberikan masukan kepada pengambil kebijakan yaitu wali kota dalam menangani Covid-19 di Kota Banda Aceh.

Menurut Farid, hal ini perlu dilakukan karena saat menyidak ia mendapat laporan beberapa paramedis usai menangani pasien yang terpapar Covid-19, ada yang ditolak di tempat tinggalnya, baik itu kostan atau di kampung halaman.

“Kita harus berkontribusi membantu saudara-saudara kita, apalagi tenaga medis dan paramedis sudah banyak berkorban dalam penanganan pasien Covid-19,” Ucap Farid

Saat proses penyidakan, Farid mengatakan ada beberapa fasilitas yang perlu dilengkapi untuk Puskesmas seperti, tempat cuci tangan portable, kemudian masih terbatasnya Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis.

“Masih ada tenaga medis kita yang menggunakan baju hujan, yang belum standar, padahal sudah didistribusikan tetapi terbatas, hanya ada dua, seharusnya minimal lima,” ucap Farid

Selain itu, Farid juga mengatakan, dirinya bersama Pimpinan DPRK mendorong Pemerintah dan memastikan semua tenaga medis dan paramedis harus diprioritaskan keselamatannya, karena Farid menilai saat ini mereka orang yang berada di garda terdepan dalam melayani masyarakat dan melakukan upaya pencegahan  Covid-19 di Kota Banda Aceh.

“Kita harus pastikan mereka terproteksi dalam menjalankan misi yang mulia ini,” ujarnya.

Farid meminta kepada pemerintah untuk menyediakan tempat khusus yang representatif dan fasilitas khusus lainnya, salah satunya di rumah sakit Meuraxa yang menjadi rumah sakit rujukan Covid-19.

“Mereka harus disediakan tempat khusus, transportasi khusus, agar mereka merasa aman dan nyaman saat menjalani tugas menangani para pasien, sekali lagi ini perlu dipastikan oleh pemerintah,” ujarnya. (Len)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More