www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Tanggapi Sawah Kering di Kecamatan Cot Girek, Ini Arahan Wakil Bupati Aceh Utara

0 592

Acehasia.com | Aceh Utara – Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf, menanggapi kondisi kekeringan yang berdampak pada persawahan tadah hujan di Kecamatan Cot Girek khususnya yang sedang terjadi di Desa Seuneubok Baro. Untuk itu, perlu adanya sinergitas untuk saling berupaya mengatasi hal itu.

Dalam hal ini, Fauzi yang ditemui Acehasia.com usai menghadiri Muzakarah Ulama ke III di Dayah Budi Nurussalam Lhoksukon, Kamis (30/01/2020) mengatakan, sebagai langkah awal maka pihak Kecamatan harus koordinasi dengan dinas terkait dan kiranya bisa meninjau ke lapangan untuk mencatat fasilitas apa saja yang harus disiapkan.

“Pemerintah Kecamatan harus koordinasi dengan Dinas terkait dan agar bisa berkunjung ke lokasi untuk apa-apa saja yang harus disiapkan seperti fasilitas yang dibutuhkan masyarakat khususnya bidang Pertanian. Kita himbau juga kepada masyarakat di Kecamatan ini untuk ke Kecamatan supaya koordinasi dengan pihak terkait,” kata Fauzi.

Kemudian, lanjut Fauzi, dinas terkait nantinya akan koordinasi dengan pihaknya dan jika memungkinkan akan meninjau langsung ke lokasi. Tentunya, apa saja yang harus difasilitasi pihaknya untuk menghadapi kekeringan tersebut yang mungkin bisa dilakukan dengan embung.

“Ya, embung bisa juga dilakukan apalagi dengan anggaran Pemerintah Daerah, mungkin kita akan prioritas. Makanya nanti ini bulan Februari kita adakan Musrenbang dan mudah-mudahan masyarakat di Dapil ini akan mengusul Program Prioritas salah satunya embung,” tambah Fauzi.

Disebutkan, pada bulan Februari nanti akan dilakukan Musrenbang dan pihaknya bisa memberikan tanggapan secara prioritas.

“Karena Musrenbang nanti dilakukan Perdapil, semoga Dapil di Kecamatan Cot Girek bisa mengusulnya karena di sistem Pemerintah ada anggaran Murni dan Perubahan,” tandas Fauzi.

Menurut catatan pihaknya, untuk Aceh Utara sendiri terdapat sejumlah tujuh ribu hingga 10 ribu hektar sawah tadah hujan. Pemda sendiri juga telah membuat program untuk kedepan melalui pembuatan desain setelah selesainya dibangun waduk Nasional di Kecamatan Paya Bakong.

Artinya, Pemda akan mengusul ke Pemerintah Pusat atau Kementerian untuk penanganan secara pengairan terpadu atau pembangunan saluran irigasi mengingat status di Aceh Utara sendiri memiliki luas lahan sawah terbesar dan penghasil produksi gabah terbesar di Provinsi Aceh.

Sementara terkait sawah kering, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cot Girek pada Rabu (29/01/2020) juga telah meninjau ke lokasi yang merupakan salah satu titik terparah kekeringan yaitu di Desa Seuneubok Baro guna melakukan pengecekan dan mencatat apa saja yang dibutuhkan masyarakat dalam hal penanganan. (Chairul/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More