www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Sosok Perias Di Balik Film Prasangka Ternyata Dari Malaysia

0 897

Acehasia.com | Banda Aceh –Hobi dan cita-cita kita semua jelas berbeda serta memiliki kerja keras dan ketekunan sendiri untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Tak ada yang bisa membatasi mimpi seseorang. Kebanyakan perempuan ingin tampil cantik dan mempesona luar dalam. Beberapa memilih untuk dikenal dengan kemolekannya bergaya di depan kamera, namun tak banyak juga yang justru membuat orang tampil cantik dengan riasan wajah yang menawan.

Rabiatul Adawiyah Basyaruddin(24), salah satu remaja yang bergelut di bidang Make Up Artist atau yang akrab disebut MUA.

Perempuan berkelahiran Malaysia pada tahun 1995 silam ini sudah menyukai bidang Make Up ini waktu usianya masih berada di bangku SMA. Dari proses melihat ahli pelukis wajah maupun penghias yang kreatif, dari situlah timbul proses langkah untuk berkontribusi di profesi Make Up.

Dulunya ia menetap di Kuala Lumpur dan semenjak umurnya beranjak 15 tahun ia hijrah ke Banda Aceh beserta keluarganya.

Pada awalnya, remaja yang akrab di sapa Acut ini melakukan Make Up pertamanya pada acara Face Painting Make Up. Dari situ ia mulai dilirik banyak kaum remaja dan mahasiswa di Kutaraja. Akhirnya ia menjalankan bakatnya ini dengan membeli beberapa alat dan produk Make Up untuk mencoba hal yang baru dari pengalaman hidupnya untuk kemandiriannya.

“Ketika usia saya sudah mulai lanjut dari remaja, saat itu sambil duduk saya memikirkan ada sebuah ide baru untuk saya kembangkan menjadi penata rias wajah maupun busana, itupun memang bakat dari saya dan bukan ikut-ikutan,”pungkasnya kepada Acehasia.com.

Acut sendiri berusaha dan berdoa sehingga sejauh ini bakat yang digelutinya telah menjadi sebuah kerja dan penghasilannya.meskipun tidak rutin dan hanya kerja ketika ada pesanan saja.

Untuk sekali rias, Acut biasanya menarifkan Rp.100 ribu hingga Rp. 500 ribu perorang. Biasanya identik dengan acara wisuda mahasiswa, sekolah dan rias artis lainnya serta menata busana.

Dalam ruangan studio berwarna hijau itu ia menceritakan hobi dan bakatnya dengan penuh semangat. Ia juga menyampaikan tentang proses belajarnya dengan Dean MUA Nasional dan Oriflame selama 3 tahun dan selebihnya ia evaluasi dan memperkaya sendiri karirnya.

Dalam perjalanan karirnya, Acut sudah berhasil menuaikan seni riasnya dengan baik pada lima film di Aceh, tepatnya di Banda Aceh. Dua film yang bekerjasama dengan Aceh Bergerak dan tiga film dengan komunitas lainnya.

Salah satunya ia memiliki kesan pertama sama komunitas film Aceh Bergerak yaitu pada saat menjadi wardrop di film Prasangka. Ia menceritakan dari segi kesenangannyan dengan kru dan talen  yang ramah sehingga membuatnya betah untuk terus berkontribusi dengan bakatnya.

Dalam hal permualan sekarang sudah sangat mudah kita dapat mengakses dan belajar lewat Youtube. Setelah itu langsung tes percobaan karakter apa yang ingin dilukis.  

“Mulai dari Sutradara hingga crew dan artis di film ini sangat begitu ramah dan tertarik sehingga orang yang sudah singgah juga bergabung produksi didalamnya tidak bisa melupakan hal terindahnya baik senang dan gelisah,” jelasnya.

Acut yang juga merupakan penggemar mie Aceh ini juga sedikit mengutarakan tentang kerjanya di film Prasangka dengan harus memenuhi busana yang banyak salah satunya yang menarik yaitu peralatan untuk persiapan sakit kaki gajah, orang sakit, dan luka.

“Untuk peralatannya kemarin tidak ada di jual di Banda Aceh dengan cara lain kami harus cari barang online. Karena barangnya agak sedikit rumit,” tegasnya.

Untuk saat ini, ia mengaku tidak ada kendala apa-apa selama menjadi karir Make Up bahkan orang tua, saudara dan sahabat mendukung penuh bakatnya ini.

Potensi Acut semakin hari semkain naik dengan memikirkan ide cemerlangnya belakangan ini banyak media sosial trending dengan sosok hiasan wajah Joker dan hiasan horor. Dalam inisiatif itu Acut akan menuaikan seni riasnya yang bervariasi ini secara teliti di setiap pekerjaannya.

Sekilas ia juga katakan bahwa perkembangan sarana Make Up di Aceh sama di Malaysia itu beda tipis.

“Secara review banyak perias di Aceh sudah memiliki kreatifitas sendiri meski nantinya harus peka terhadap kualitas apa yang harus di kembangkan lagi,” imbuhnya.

Tak hanya sebagai perias, gadis tembem ini juga memiliki hobi menyanyi. Bahkan sekarang ia sedang merilis sebuah single terbarunya dengan Marvelous merupakan band yang di vokaliskan olehnya sendiri. Ia memiliki alunan suara yang bagus sehingga hobinya ini menjadi juga band yang sedang di usahakan untuk selalu aktif.

Bandnya sering tampil di Cafe, walimah, dan panggung besar di Kota. Belakangan juga sudah memperkenalkan lagunya lewat undangan di acara Police Expo ke III, Pekan Kebudayaan Aceh dan kegiatan seni Aceh.

Meski dengan jadwal yang padat, Acut tidak pernah merasa lelah. Ia terus berkarya dan menjalani aktivitasnya dengan ceria dan sabar. Bahkan di saat memenuhi Make Up dan undangan nyanyi, ia sering pulang larut malam. Dengan hal seperti itu tak ada keluh kesah untuk proses yang harus ia nikmati.

“Perkumpulan dengan keluarga juga sangat penting, dengan sahabat ngumpul itu juga perlu dan apalaagi sekarang saya sudah mendapatkan keluraga terbaru saya yaitu Aceh Bergerak yang memajukan perfilm di tanah rencong,”pujinya.

Hingga akhirnya Acut berharap bahwa ke depannya para produktivitas periasdan film Aceh terus berkembang dan jangan nyerah ketika ada saingan yang kuat. Dengan begitulah kita dapat mengambil pelajaran yang baru untuk bisa menjuarai suatu potensi yang maksimal.

“Untuk muda-mudi Nanggroe terus menjalankan bakat dan kreatifitas anak muda Aceh untuk membuka wawasan bumi ini ke jalur yang lebih cemerlang lagi di era modern sekarang,” tutupnya. (Fauzan/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More