www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Sineas Muda Aceh Gelar Gala Premiere Film Prasangka pada peringatan Hari Dokter Nasional

0 1,131

Acehasia.com | Banda Aceh – Sebuah film kolaborasi komunitas sineas muda Banda Aceh gelar Gala Premiere di gedung BNPB Aceh . Film yang bercerita mengenai ancaman penyakit yang bisa diderita siapa saja. Kamis,(24/10/19).

Gala premiere ini bertepatan dengan peringatan hari dokter nasional. Sineas muda Aceh sengaja menentukan pemutaran dan diskusi film pada tanggal tanggal 24 Oktober.

Film dengan judul “Prasangka” berdurasi 45 menit ini diharapkan bisa memberikan wawasan dan pengajaran kepada masyarakat mengenai sebuah penyakit yang dibawa oleh nyamuk.

Penyakit tersebut ialah filariasis, penyakit yang dibawa oleh nyamuk yang terinfeksi cacing filaria. Apabila cacing tersebut menggigit manusia maka yang tergigit juga akan terinfeksi cacing tersebut.

Penyakit ini tidak langsung di dirasakan setelah digigit. Cacing yang hidup di darah manusia akan bereproduksi dan memberikan gejala benjolan dibeberapa bagian. Setelah 5 sampai 10 tahun ke depan, penderita penyakit ini akan mengalami pembekakan pada kaki, kelamin atau beberapa bagian tubuh lainnya.

Film ini bercerita mengenai seorang gadis desa berparas cantik yang juga berpendidikan bernama Eva Susanti. Suatu hari ia pergi bersama teman lelakinya melewati semak belukar, tanpa di saadari ia digigit oleh nyamuk yang terinfeksi cacing Filaria.

Namun demikian, Eva merasa dirinya bukan sakit, melainkan diguna-guna oleh lelaki aneh yang dijumpainya di hutan. Hingga akhirnya ia tahu dan sadar bahwa desanya meruakan wilayah endemis Filariasis.

“Film ini menggambarkan bahwa tidak ada satupun yang bisa terhindar dari penyakit ini, baik muda dan tua, cantik atau pun tidak, karena kita tidak tahu nyamuk mana yang terjangkit cacing filarial,” jelas Eva Hazmaini selaku penulis naskah Prasangka.

Zulhadi, sebagai produser sekaligus kameramen dalam film tersebut menyatakan bahwa film ini merupakan sosialisasi bentuk visual yang akan memberikan pengajarana kepada masyarakat untuk sadar akan bahaya dari gigitan nyamuk.

“Film ini adalah sosialisasi visual kepada masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan tubuh dari ancaman gigitan nyamuk,”ungkapnya.
Salah satu pemeran dalam film ini, Andi Swatika Novida yang juga merupakan artis nasional ini mengaku senag berperan dalam film ini. Menurutnya fi mini layak untuk ditampilkan di berbagai sekolah dan juga instansi pendidikan lainnya.

“Bagi saya film ini sangat bagus untuk putar di sekolah-sekolah dan instansi pendidikan lainnya, agar kita bisa memberikan informasi kepada semua kalangan termasuk anak-anak kita melalui sebuah tontonan,” ujar perempuan yang akrab di sapa Ikha ini.

Meskipun demikian, konsep film yang ditawarkan tidaklah menegangkan seperti film Triller. Prasangka disajikan dengan unsur komedi yang tidak membuat bosan para penonton dan tentunya tetap menyampaikan informasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan.

“Yang ingin kita sampaikan adalah bagaimana masyarakat harus sadar dan peduli terhadap ancaman penyakit terutama filarisis yang bisa mengancam di mana saja, apalagi kita diwilayah tropis ini merupakan wilayah endemis filariasis,” ungkap Hadi Ramnit selaku produser film tersebut.

Tak hanya informasi mengenai kesehatan saja, film Prasangka juga menyajikan pesona keindahan Aceh dan juga unsur agama yang melekat bagi orang Aceh, contohnya Beuh Ba’da Meughrib (Mengaji Setelah Maghrib).

Setelah Gala Priemere, nantinya akan dilakukan roadshow selama bulan November di berbagai universitas yang ada di Banda Aceh. (Ril/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More