www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Shelter di Aceh Utara Sudah Siap Sebagai Tempat Karantina ODP Covid-19

0 565

Acehasia.com | Aceh Utara – Bangunan Shelter di Blang Ado Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, siap untuk dioperasikan sebagai tempat karantina bagi yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebagai upaya memutus mata rantai merebaknya virus Covid-19.

Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf, pada Senin (06/04/2020) juga meninjau kesiapan bangunan tersebut dimana bangunan ini telah dilakukan rehab dan perbaikan sarana prasarana oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19 Kabupaten Aceh Utara dibantu oleh satuan TNI dan Polri.

“Hari ini kondisinya sudah siap, dan bisa dioperasikan untuk tempat karantina ODP yang ada di Aceh Utara. Pak Wabup melakukan peninjauan secara menyeluruh untuk mengecek semua fasilitas dan prasarana yang telah disiapkan,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Wabah Covid-19, Andree Prayuda.

Hal ini, sambung Andree, dilakukan agar nantinya para ODP bisa terlayani dengan baik dan lebih nyaman menempati barak karantina. Pihaknya juga mengapresiasi TNI Polri serta pihak lain yang telah membantu dalam penyelesaian bangunan shelter.

Sementara itu Wakil Bupati, Fauzi Yusuf, mengatakan bangunan shelter bertujuan untuk mengkarantina ODP yang baru pulang dari luar daerah atau luar negeri untuk pencegahan penularan virus Covid-19. Para ODP nantinya harus mengikuti SOP yang telah ditetapkan oleh Pemkab Aceh Utara yang mengacu pada protokol kesehatan.

Meskipun shelter karantina telah disiapkan, Pemerintah tetap mengharapkan jumlah ODP di Aceh Utara terus menurun. Hendaknya barak karantina ini tetap kosong, jangan ada ODP di Aceh Utara yang masuk ke sini. Jikapun ada ODP, mereka diharapkan bisa melakukan karantina mandiri di rumah masing-masing.

“Bagi ODP yang tidak mungkin dilakukan karantina mandiri karena berbagai faktor, inilah yang akan dijemput untuk dilakukan karantina di sini. Meskipun shelter karantina telah disiapkan, Pemerintah tetap mengharapkan jumlah ODP di Aceh Utara terus menurun,” ujar Wakil Bupati seraya berharap.

Sebagaimana diketahui, bangunan Shelter merupakan bekas barak tempat penampungan imigran etnis Rohingya yang terdampar ke Aceh Utara tahun 2015 lalu. Setelah imigran Rohingya meninggalkan Aceh akhir 2016, shelter ini menjadi bangunan kosong.

Di akhir Maret 2020, shelter ini mulai direhab oleh Pemkab Aceh Utara karena akan digunakan untuk tempat karantina penduduk berstatus ODP Covid-19. Shelter ini memiliki 62 kamar, direncanakan setiap ODP akan menempati satu kamar, sesuai dengan SOP protokol kesehatan.

Selain fasilitas sanitasi dan MCK, di sini juga disiapkan dapur umum dan fasilitas kesehatan. Lokasi karantina akan dijaga oleh petugas, baik petugas medis maupun petugas keamanan. Dandim 0103/Aceh Utara, Letkol Inf Agung Sukoco mengatakan siapa saja yang baru pulang dari daerah pandemik Covid-19 harus dikarantina selama 14 hari secara mandiri di rumah masing-masing.

“Akan tetapi kondisi ekonomi masyarakat saat ini tidak memungkinkan untuk diterapkan seperti Protap tersebut. Oleh karenanya, Forkopimda serta Tim Gugus Aceh Utara berinisiatif untuk membentuk ruang karantina,” kata Dandim.

Sementara mengenai situasi dan kondisi saat ini, Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan mengatakan situasi dan kondisi saat ini tidak semua penduduk yang status ODP bisa termonitor oleh Tim Gugus. Data yang pihaknya terima, baik kepulangan dari Malaysia atau dari daerah lain, tidak semua didapatkan. (Chairul)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More