www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

SETELAH PERBAIKAN, SELURUH RAFALE PERANCIS MENINGGALKAN LANUD SIM

0 947

Aceh Besar- Senin (20/05/2019)

Setelah sempat terparkir selama dua hari di Apron Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar, dua pesawat tempur Rafale Angkatan Laut Perancis, siang ini kembali menuju basenya di kapal induk Charles De Gaule.

Kedua pesawat ini mengalami kerusakan pada hidrolik dan engine oil system, sehingga harus mendapatkan perbaikan dari teknisi Rafale. Komadan Lanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Hendro Arief H., Sos., mengatakan, “untuk perbaikan, satu helikopter Angkatan Laut Perancis jenis NH90 telah tiba di Lanud Sultan Iskandar Muda pada 09.30 WIB, mengangkut tujuh teknisi”.

Dia juga melanjutkan “ Setelah kurang lebih satu jam perbaikan, dua Rafale dinyatakan baik dan layak terbang kembali ke base di Kapal Induk Charles De Gaule yang bersandar di 75 Nm barat Aceh’.

Tambahnya “Selain itu, pada 11.03 seluruh pesawat dan helikopter Angkatan Laut Perancis telah meninggalkan Lanud Sultan Iskandar Muda. Secara administrasi telah kita cek kelengkapannya baik dari pihak TNI AU, Lanud Sultan Iskandar Muda maupun imigrasi dinyatakan clear dan pesawat dinyatakan baik dan layak terbang, sehingga kami perbolehkan untuk kembali ke base,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak tujuh pesawat tempur Rafale Angkatan Laut Perancis pasa Sabtu siang (18/5/2019) mendarat darurat di Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.

Pendaratan dilakukan pada pukul 11.45 WIB, dikarenakan di sekitar kapal induk Charles De Gaule yang menjadi base pesawat diselimuti cuaca buruk. Sesuai prosedur penerbangan dan alasan keselamatan, pesawat melaksanakan divert ke Bandara atau Pangkalan terdekat, dalam hal ini Lanud Sultan Iskandar Muda Aceh Besar. Kedatangan tujuh pesawat direspon dengan sigap jajaran Lanud Sultan Iskandar Muda yang dipimpin Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Hendro Arief H., S.Sos., yang kemudian melaksanakan prosedur pengamanan dengan melakukan pemeriksaan terhadap crew Rafale.

Dari pemeriksaan yang dilakukan jajaran Lanud Sultan Iskandar Muda, diketahui pesawat sedang melaksanakan exercise air to air dengan rute ship (Charles De Gaule) – area – ship.  Hasil pemeriksaan fisik diketahui bahwa crew tidak membawa senjata perorangan, hanya di salah satu pesawat dengan tail number 39 terdapat peluru kedali dummy jenis MICA (Missile Interception Combat Arien).

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More