www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Sempat Dirawat Akibat Kena Jerat, Salma Anak Gajah Sumatera Kini Mati

0 572

Acehasia.com | Aceh Timur – Salma, gajah betina yang sempat dirawat di Conservation Respone Unit (CRU) Serba Jadi Aceh Timur, kini telah tiada. Ia mati diusia 1,5 tahun tepatnya pada Jum’at (07/02/2020) dinihari. Gajah betina yang mungil ini mati karena mengalami sakit, sebagaimana hasil Nekropsi dokter hewan BKSDA Aceh.

Saat dikonfirmasi Acehasia.com pada Minggu (09/02/2020), Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Aceh, Agus Arianto, membenarkan informasi kematian Gajah Salma. Sebelumnya, Salma sempat dirawat usai dievakuasi karena kaki kirinya terluka kena jeratan.

“Gajah Salma merupakan anak gajah Sumatera betina berusia 1,5 tahun yang sebelumnya ditemukan terluka parah akibat jerat di hutan Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur pada bulan Juni 2019 lalu. Kemarin sudah dilakukan nekropsi,” kata Agus.

Disebutkan, dari hasil Nekropsi dokter hewan bahwa kematian Salma akibat gangguan sistem pencernaan. “Hasil Nekropsi yang dilakukan drh Anhar bahwa penyebab kematian gajah Salma dikarenakan gangguan sistem pencernaan, jantung dan limfa,” tandas Agus menjawab Acehasia.com.

Agus juga menjelaskan, kondisi Gajah Salma terlihat sangat menurun pada bulan Desember sampai saat kematiannya. Penurunan kondisi ini disebabkan Gajah Salma mengalami kelemahan dimana nafsu makannya tidak stabil. Sejak dievakuasi dari lokasi jerat, sambung Agus, Gajah Salma tidak terlihat selincah dan seagresif gajah bayi lainnya meskipun beberapa perlakuan khusus diberikan untuk mengatasi tingkat stres yang berhubungan dengan immunitas/antibodinya. 

Nafsu makan juga tidak meningkat secara signifikan bahkan sangat rendah sekali terutama asupan hijauan dan buah-buahan sehingga harus diimbangi dengan pemberian suplement berupa kacang hijau yang dimasak dengan pulut, beras, santan, dan sedikit gula merah setelah masak dicampur dengan susu soya ataulembu.

Tim medis, menurut Agus sudah beberapa kali melakukan pemeriksaan sampel darah untuk mengetahui perkembangan kondisi fisiologi dan setiap dilakukan pengulangan pemeriksaan sampel darah dalam kurun waktu 3 sampai 4 minggu, hanya anemia dan hipoproteinemia saja yang terlihat rendah dan diberikan treatment atau vitamin untuk merangsang pembentukan sel darah dan infus asam amino.

Namun kondisinya tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Dari hasil nekropsi yang dilakukan oleh drh Anhar hingga Jumat sore, dapat disimpulkan bahwa rendahnya nafsu makan pada Gajah Salma merupakan akibat gangguan pada sistem pencernaan yang mengalami gangguan fungsional pada sistem pencernaan.

Gajah terlihat takut memakan makanan yang keras seperti hijauan serta buah buahan dan bila diberikan suplement harus encer sekali. “Pergerakan Gajah Salma tidak selincah bayi gajah lainnya akibat adanya gangguan fungsional pada jantung,” tandas Agus Arianto.

Anemia yg dialami Gajah Salma, Agus menambahkan, bahwa disebabkan proses pembentukan sel darah merahnya mengalami gangguan akibat limfanya tidak berkembang secara normal. (Chairul/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More