www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Sekjen KMPAN: Munir Tak Hilang, yang Hilang Niat Negara Mengusut Tuntas Kasus

0 342

Acehasia.com, Banda Aceh | Mengenang 16 tahun kematian Munir, sejumlah lembaga menggelar pembacaan TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) kasus pembunuhan munir dan diskusi  bertajuk “Seni Negara Dalam Mengelabui Munir” di Kamp Biawak, Limpok, Banda Aceh. Senin (07/09/2020).

Munir Said Thalib atau  yang lebih akrab disapa Muni merupakan Aktivis HAM Indonesia dan juga pendiri Kontras, meninggal pada tanggal 7 september 2004 silam. Munir meninggal setelah diracun pada penerbangan menuju Amsterdam, Belanda.

Dalam diskusi hadir tiga pembicara yaitu Koordinator Kontras Aceh Hendra, Direktur LBH Banda Aceh Syahrul Putra Mutia dan juga Peneliti resolusi konflik Iping Rahmat Saputra.

 Fadli, Sekjen KMPAN (Komite Mahasiswa dan Pemuda Aceh Nusantara) mengatakan, acara ini digelar untuk merawat ingatan kita tentang Munir yang telah dibungkam oleh Negara.

“Munir memiliki banyak sekali jasa dalam mengadvokasi tentang HAM di Indonesia terutama di Aceh. Kasus pelanggaran HAM di Aceh yang pernah di usut oleh munir salah satunya kasus Tgk Bantaqiah, Nagan Raya.” ujarnya.

 Kemudian ia menjelaskan, dalam acara ini selain berdiskusi, juga ada pembacaan hasil kasus Munir yang dinyatakan hilang oleh Negara.

“Munir tak benar-benar hilang, yang sebenarnya hilang ialah niat Negara untuk mengusut kasus ini hingga tuntas”. Tutupnya.

 Acara tersebut dimulai dengan pembacaan hasil temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dulu dinyatakan hilang. [Dedy]

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More