www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Sejumlah Kebijakan Pemerintahan Aceh Besar Sebagai Upaya Pencegahan Covid 19

0 805

Acehasia.com | Kota Jantho- Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 terus melakukan upaya pencegahan penyebaran virus corona. Salah satu upayan yang dilakukan yaitu penyemprotan disinfektan. Selain itu pemerintah Aceh Besar juga telah mengeluarkan himbauan pembatasan waktu untuk para pedagang pasar induk lambaro dan pasar pagi keutapang, Rabu (01/04/2020).

Tim gugus tugas yang bermaskas di Kantor PMI Aceh Besar, Gampong Bada Lambaro, Kecamatan Ingin Jaya terus berupaya menangani penyebaran corona. Seluruh aktifitas pencegahan covid 19 ini dilakukan secara bersama-sama.

Untuk penanganan musibah ini, gugus tugas itu sendiri telah melaksanakan penyemprotan disinfektan hampir diseluruh wilayah Aceh Besar. “Langkah ini bekerjasama dengan PMI, TNI/ Polri dan dukungan berbagai elemen masyarakat,” kata Ir H Mawardi Ali.

Selain penyemprotan dalam penanganan Covid-19, Pemerintah juga telah mengeluarkan sejumlah himbauan dan kebijakan seperti pembatasan waktu jualan di pasar Induk Lambaro dan Pasar Pagi Keutapang Sesuai Instruksi Bupati Aceh Besar Nonor 3 Tahun 2020 merupakan salah satu bentuk pemutusan mata rantai pengembangan Covid-19.

Pemerintahan Aceh Besar melalui Surat Nonor 553.1/1296 tanggal 27 Maret 2020 telah menyurati Menteri Perhubungan RI melalui Dirjen Perhubungan Udara untuk dapat menutup sementara penerbangan komersil bandara Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang dan harapan kita bersama Kementerian Perhubungan agar dapat merealisasi keinginan ini.

Mawardi Ali juga meminta para keuchik untuk mengalokasikan anggran gampong untuk penangangan covid juga telah diperintahakan melalui surat bupati serta protokol pengalokasian anggarannya.

“Kami juga telah meminta kepada pelaksana jalan tol melalui project direktur Sibanceh untuk sementara menghentikan pekerjaan mengingat kerawanan para pekerja yang melaksanakan kegiatan pekerjaan proyek nasional itu.

“Kami juga sangat berharap kesadaran kita bersama khusunya masyarakat Aceh Besar agar dapat mematuhi semua protokol dan intruksi yang telah dikeluarkan oleh pemerintah,” ujar Ir Mawardi Ali, Bupati Aceh Besar.

Selain upaya penyemprotan, dalam penangan musibah ini, Pemkab Aceh Besar juga menganggarkan dana sebesar Rp 25 milliar khusus untuk menangani virus corona atau Covid-19.

”Pengaloklasian anggaran mencapai Rp 25 miliyar dalam APBK yakni Rp 15 miliyar bersumber dari dana tanggap darurat dan tambahan Rp 10 miliyar dari pergeseran anggagran kegiatan OPD yang akan diperuntukkan sesuai dengan surat Mendagri Nomor : 440/2627/SJ tanggal 30 Maret 2020,” tutup Ir H Mawardi Ali.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More