www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Presiden Jokowi Panggil Prabowo Subianto dan Tokoh Lain ke Istana

0 714

Acehasia.com | Jakarta – Presiden Joko Widodo kembali memanggil sejumlah tokoh ke Istana. Diantaranya yaitu Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo, kedunya tterlihat menyambangi Istana untuk memenuhi panggilan tersebut. Senin, (21/10/2019)

Saat menjumpai awak media, Prabowo menjelaskan bahwa Presiden Jokowi memintanya untuk membantu dibidang pertahanan. Mantan Komandan Jenderal Kopassus tersebut pun berkomitmen untuk bekerja keras di pemerintahan kelak.

“Saya beliau izinkan untuk menyampaikan bahwa saya diminta membantu beliau di bidang pertahanan. Jadi tadi beliau memberi beberapa pengarahan dan saya akan bekerja sekeras mungkin untuk mencapai sasaran-sasaran dan harapan-harapan yang ditentukan,” ujarnya.

Sebelum menerima Prabowo Subianto dan Edhy Prabowo, Presiden Jokowi juga memanggil Airlangga Hartarto. Airlangga yang menjabat sebagai Menteri Perindustrian pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku dirinya kembali diminta untuk menjadi menteri dan mengisi pos terkait bidang perekonomian.

“Tantangan tentu kita mengisi kondisi terkait dengan defisit neraca perdagangan, kemudian pengembangan kawasan-kawasan ekonomi yang tentunya diharapkan kawasan ini bisa mengisi beberapa industri unggulan,” ujar Airlangga.

Selain Airlangga, Fadjroel Rachman juga tampak memenuhi panggilan Kepala Negara untuk datang ke Istana. Fadjroel juga diminta untuk membantu pemerintahan Presiden Joko Widodo periode kedua.

“Ada tugas yang memang disampaikan oleh beliau, tetapi, mengenai bentuk tugasnya, nanti akan diberitahukan secara langsung saja oleh Presiden,” ungkap Fadjroel kepada awak media.

Dalam pertemuan tersebut, Fadjroel mengatakan dirinya juga berdiskusi beberapa hal bersama Kepala Negara. Diskusi tersebut menurutnya berpusat pada poin-poin penting dalam pidato awal masa jabatan yang disampaikan Presiden Jokowi di Gedung MPR, kemarin.

“Saya sih mengatakan, bahwa pidato kemarin itu betul-betul sudah menyatakan apa masalah yang kita hadapi, dan Bapak Presiden betul-betul menampilkan diri sebagai the governing president, yaitu presiden yang bekerja, yang memerintah,” ujarnya. (Ril/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More