www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Polisi Ringkus Satu Pelaku Komplotan Penipuan Berkedok Bisnis Online

0 567

Acehasia.com | Lhokseumawe – Pemuda berinisial FR (25) asal Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Aceh, dibekuk Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Lhokseumawe atas kasus penipuan berkedok bisnis online. Tak hanya FR, tiga Narapidana di Medan diduga juga ikut terlibat.

Penangkapan terhadap FR sebagaimana atas dasar Laporan Polisi Nomor : LP / 40 / I / 2020 / Aceh / Res Lsmw tertanggal 28 Januari 2020. Pemuda tersebut dibekuk Polisi di rumahnya terletak di Desa Teumpok Baroh, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Selasa (28/01/2020).

Kepolisian setempat menyebutkan, modus yang dilakukan tersangka yaitu dengan cara menghubungi korbannya seolah sudah saling kenal. Dalam aksinya, FR melakukan penipuan itu bersama tiga orang lainnya diduga narapidana yaitu NN (19) narapidana di tahanan wanita Tanjung Gusta Medan, MW (27) dan FY (34) keduanya narapidana LP Simalungun.

Para tersangka memiliki peran masing-masing mulai dari menghubungi korbannya, mengambil uang, dan mengirimkan uang. Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, menyebutkan, tersangka MW pada Senin (27/01/2020) lalu menghubungi korbannya. Disitu, MW mengaku bernama Fadil seolah sudah saling kenal.

“MW mengaku bernama Fadil saat menghubungi korbannya. Kemudian dalam percakapan tersebut korban diminta oleh MW untuk menjadi pemodal dalam bisnis jual beli HP,” kata Kapolres melalui Waka, Kompol Ahzan didampingi Kasat Reskrim AKP Indra T Herlambang dalam konferensi pers di Mapolres setempat, Kamis (27/02/2020).

Tak sampai disitu, korban kemudian dihubungi oleh tersangka FY yang mengaku bernama Asiyong dan mengatakan bahwa ia (FY) ingin membeli HP dari korban. Si korban diimingi akan mendapatkan keuntungan lebih besar, lantas korban pun terpedaya dengan perkataan tersangka.

Selanjutnya, korban menghubungi MW (Fadil) dan mengatakan atas pemesanan FY (Asiyong). Lalu tersangka MW meminta korban untuk mengirimkan uang supaya barang yang dipesan Asiyong bisa segera dikirim.

“Dan terjadilah pengiriman uang sebanyak tiga kali. Pertama dikirim oleh korban sejumlah Rp 15 juta, yang kedua sejumlah Rp 19 juta, dan ketiga Rp 5 juta,” imbuh Waka Polres Lhokseumawe kepada awak media dalam konferensi pers tersebut dan menghadirkan tersangka FR.

Dari hasil penyelidikan, kata Kompol Ahzan, bahwa semua pelaku adalah satu komplotan dalam hal melakukan penipuan. “Namun sementara yang hanya kita amankan adalah FR, sedangkan untuk pelaku lainnya masih kita dalami dalam penyelidikan,” tandas Kompol Ahzan didampingi Kasat Reskrim.

Dalam konferensi pers itu, pihaknya juga menunjukkan sejumlah barang bukti yaitu sebuah buku tabungan beserta ATM, satu unit HP, empat lembar slip transferan, dua lebar print out buku Bank, dan uang tunai Rp 150 ribu. (Chairul/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More