www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

PKBI Gelar Dialog Peran Pemuda Dalam Pencegahan dan Penanggulangan Malnutrisi

0 803

Acehasia.com | Banda Aceh – Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Aceh menggelar dialog bersama Forum perkumpulan anak, mahasiswa, dan akademisi di ruang sidang Fakultas Ekonomi Bisnis Unsyiah, (10/9/2019).

Dalam acara ini PKBI di support langsung oleh Unicef Aceh (United Nations Emergency Children’s Fund ) dengan tema ‘Peran Kaum Muda Aceh Dalam Upaya Pencegahan Dan Penanggulangan Malnutrisi Ibu Dan Anak’.

Para tamu undangan mahasiswa dan forum anak di Aceh terlihat begitu Antusias dalam menyimak diskusi dari pemateri.

Direktur Eksekutif Aceh, Eva Khovivah, memaparkan persoalan yang terjadi di masyarakat baik dalam bentuk stunting (kondisi gagal tumbuh anak balita selama 1000 hari pertumbuhan) dan gizi baik untuk anak.

Untuk sekarang generasi Aceh masih sangat deras dalam tahapan proses perubahan pencegahan stunting sejumlah 16.000 ribu anak gara-gara konflik. Posisi yang masih sulit ini seharusnya sudah bisa diontrol ke situasi yang lebih normal lagi.

“Peran pemuda untuk berkontribusi dalam perubahan gizi dan stunting Aceh sangat di junjung dalam kebaikan menolong sesama manusia,” ungkapnya.

Akademisi Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Hendra Syahputra juga menyampaikan persepsinya dalam manajemen komunikasi tentang pertumbuhan stunting di Aceh.

“Strategi yang benar itu ialah dari indikator kesadaran kita sendiri terhadap anak. Jangan salahkan orang lain dan terus kita mengubah mindset kita sendiri. Contohnya kita mulai dari rumah tangga kita sendiri saja, jadi kegiatan pertama kita membangun karakter mereka sendiri dengan kesadaran kita sendiri,”ujar Hendra.

“Jangan mengubah kerja orang lain tetapi dengan akal pikiran kita sendiri bisa memberikan yang terbaik untuk keluarga serta bisa membantu yang lain. Berkomunikasi pada mindset  seperti itu merupakan hal yang harus bisa di andalkan dalam kondisi Aceh seperti ini bagaimana kita berpikir untuk melakukan satu saja perubahan terhadap permasalahan anak masa kini, seperti di lakukan oleh Unicef dan PKBI Aceh sendiri.”tambahnya lagi.

Ia juga berharap, pemuda ketika memasuki dunia kerja haruslah betul betul profesional dalam menyikapi segala hal bentuk permasalahan negatif untuk masuk ke dalam rangka positif yang terjadi di lingkungan kita sendiri. Teruslah siapa saja bagi anak muda mengubah segalanya apa yang terjadi di depan mata.

Sebagai akademisi bidang ilmu komunikasi ia juga menyemangati anak muda yang hadir untuk selalu menggunakan media sosial yang bisa memberikan kebaikan dan daya persuasif yang baik sebagai pengetahuan baru kepada netijen.

Surwiyadi  selaku dokter NGO (Non Government Organization) menyampaikan gagasannya dalam upaya menilik rangkaian kondisi anak muda Aceh belum terlihat begitu peduli terhadap kesehatan anak dan lingkungan. Dalam beberapa tahun ini isu stunting sangat heboh di Aceh kita sendiri, dengan hal itu nama Aceh sekarang juga melayang tinggi di kedudukan Nasional.

“Yang harus kita tau sebagai anak muda Aceh, mengatur pola makan dan minum untuk perkembangan gizi itu sangat penting dan olahraga untuk kesehatan jasmani terus di rutinitaskan. Karena setiap dari anak-anak sampai remaja harus ada perubahan terhadap perkembangan tubuh dengan cara yang terstruktur makanan dan minuman,” jelasnya.

Acara Dialog PKBI Aceh ini didukung langsung oleh Unicef Aceh, NGO Aceh, Dinas Kesehatan Aceh dan Bappeda Aceh. (Fauzan/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More