www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Pengedar Sabu Dibekuk, Polisi Lhokseumawe Amankan BB 2 Ons Sabu

0 609

Acehasia.com | Lhokseumawe – Pengedar sabu lintas Provinsi berhasil dibekuk Satuan Reserse Narkoba Polres Kota Lhokseumawe, Aceh. Adapun barang bukti berupa sabu-sabu berjumlah 201,22 gram atau setara 2,01 ons. Kedua tersangka yakni YN (32) dan H (34), keduanya tercatat sebagai warga Kota Lhokseumawe, Aceh.

Penangkapan terhadap keduanya berawal informasi yang diperoleh Polisi, bahwa akan ada transaksi narkoba dalam jumlah besar antara YN dengan seorang pembeli inisial KC (kini DPO) di salah satu tempat di Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.

Polisi kemudian bergerak ke TKP dan melakukan penggeledahan, namun tersangka YN dan KC kabur dari penyergapan petugas. Hanya saja Polisi berhasil menemukan barang bukti 2,01 ons sabu yang disimpan YN di dalam lemari kamarnya. YN diketahui kabur ke Kota Banda Aceh, Polisi pun melakukan pengejaran.

Waka Polres Lhokseumawe, Kompol Ahzan, mengatakan setelah mengetahui YN kabur ke Banda Aceh pihaknya berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh dan langsung menuju target. Lalu, pengejaran yang dipimpin Kasat Narkoba Polres Lhokseumawe yaitu Iptu Ferdian Chandra berhasil membekuk YN di salah satu desa Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Senin (27/01/2020).

“Tersangka YN kemudian dibawa Mako Polda Aceh. Dari hasil Interogasi, dua ons sabu tersebut diperolehnya dari tersangka H yang merupakan bandar sabu. Petugas kemudian melakukan pengejaran terhadap H yang diketahui sedang berada di rumahnya di Kecamatan Syamtalira Bayu, Aceh Utara,” kata Kompol Ahzan, dalam keterangan tertulisnya yang diterima Acehasia.com, Selasa (04/02/2020).

Setibanya di rumah H, Polisi langsung membekuk tersangka H dan mengamankan barang bukti berupa satu unit handphone. Tak sampai disitu, tersangka H mengaku barang haram itu awalnya diperoleh dari tersangka inisial BA (kini DPO) setelah transaksi dilakukan di sebuah tempat di Puenteut, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe.

Kompol Ahzan menguraikan, bahwa tersangka KC memesan sabu kepada YN, dan YN memesan sabu kepada tersangka H. Kemudian, tersangka H dan KC memesan sabu kepada tersangka BA. Setelah mendapat kabar dari BA bahwa sabu telah disiapkan, tersangka H menghubungi YN, dan YN menghubungi tersangka KC.

“Tersangka H kemudian mengambil sabu itu dari tersangka BA di Keude Peunteut. Kemudian H mengantarkan sabu kepada YN, dan YN membawa pulang sabu pesanannya untuk kemudian diserahkan kepada tersangka KC. Jadi, BA sebagai bandar dan KC sebagai pembeli kini keduanya DPO,” tandas Kompol Ahzan.

Kepolisian Resort Kota Lhokseumawe terkait kasus ini juga telah menggelar konferensi Pers yang berlangsung di Mapolres setempat, Senin (03/02/2020). Dalam konferensi pers itu, disebutkan Kompol Ahzan sebagaimana pengakuan kedua tersangka bahwa tersangka BA menjual 2,01 ons sabu kepada H senilai Rp 80 juta.

Sedangkan tersangka H menjual sabu itu senilai Rp 84 juta kepada tersangka YN. Lalu, YN menjualnya senilai Rp 106 juta kepada tersangka KC. Modus yang dilakukan tersangka yaitu membungkus sabu menyerupai bungkusan martabak telur.

Dalam kasus ini tersangka diterapkan dengan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan ancaman pidana yaitu terancam hukuman pidana mati atau penjara seumur hidup. (Chairul/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More