www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Pemuda Asal Aceh Utara Dibekuk Polisi Atas Kasus Curas

0 463

Acehasia.com | Lhokseumawe – Satreskrim Polres Lhokseumawe, Aceh, menciduk pemuda berinisial MR (22) atas dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (Curas) disertai dengan pelecehan seksual terhadap korban berinisial F (34) asal Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, menyebutkan, pengungkapan kasus tersebut berdasarkan dari laporan polisi oleh korban di Polres Lhokseumawe Nomor : LP/143/V/2020/Aceh/Res Lsmw, tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Kekerasan disertai dengan dugaan Pelecehan Seksual terhadap korban.

“Tersangka atau terlapor adalah MR alias ZL warga Syamtalira Aron, Aceh Utara. Sementara pelapor atau korban adalah F warga Pirak Timu, kejadiannya terjadi di jalan Elak Desa Alue Awe Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe,” ujar Kapolres melalui Pjs Kasat Reskrim, Iptu Rezki Kholiddiansyah, Senin (11/05/2020).

Setelah melakukan rangkaian upaya penyelidikan, informasi keberadaan tersangka berhasil di temukan selanjutnya tim bergerak menuju lokasi dan melakukan penangkapan terhadap MR alias Zl di Desa Meunasah Ara, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, Senin (11/05/2020) dinihari.

Kejadian tersebut, kata Iptu Rezki, berawal saat pelapor diajak jalan-jalan oleh MR alias ZL yang baru satu bulan berkenalan melalui media sosial. Saat itu mereka bertemu di kawasan Simpang Mulieng untuk berkenalan, dan tersangka langsung mengajak korban jalan-jalan menggunakan sepeda motor milik korban hingga ke Kota Lhokseumawe.

Setibanya di Kota Lhokseumawe, MR alias ZL dan korban sempat duduk bersama di terminal lama. Namun saat menuju pulang tepatnya di lokasi kejadian, MR memutarkan sepeda motor korban dan masuk ke jalan elak. Saat turun bukit dijalan elak tersebut, tersangka meraba-raba tubuh korban dengan tangan sebelah kirinya.

“Korban sempat melawan dengan menepis tangan pelaku, kemudian korban meminta agar tersangka putar balik dan pulang. Pelaku menuruti permintaan korban dan kembali menuju Simpang Elak, tetapi pada saat menaiki tanjakan bukit pertama tadi, pelaku kembali meraba-raba tubuh korban dan diduga hendak memperkosa korban, sehingga korban pun loncat dari sepeda motor,” tandas Iptu Rezki.

Tak sampai disitu, pada saat meloncat MR memegang tangan kiri korban sehingga tertarik gelang emas korban dan dikuasai oleh MR. Lalu tersangka kabur membawa sepeda motor dan gelang korban. Akibat perbuatan tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp. 23.000.000.

“Untuk kepentingan penyidikan, dari tangan MR diamankan barang bukti satu unit sepmor milik korban beserta dua plat Nopol yang dicopot MR, dan satu unit HP. Tersangka diancam dengan Pasal 365 Subs Pasal 362 Jo Pasal 289 KUHPidana, dengan ancaman pidana paling lama 9 tahun penjara,” tutup Iptu Rezki. (Chairul)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More