www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Pemda Aceh Utara dan Polres Teken MOU Seleksi Anggota Polri

0 710

Acehasia.com | Aceh Utara – Dalam rangka pembinaan dan pelatihan putra putri terbaik untuk seleksi anggota Polri, Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan Polres setempat menandatangani nota kesepahaman (MoU) perjanjian kerjasama, Kamis (19/12/2019). 

Penandatanganan yang berlangsung di Aula Tri Brata Polres setempat diteken langsung oleh Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib atau Cek Mad dan Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin SIK. Juga melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinkes, Disporapar, Kementerian Agama, Disdukcapil dan Bagian Umum Sekdakab Aceh Utara.

Sebagaimana diketahui, program prioritas Kapolri yang pertama adalah mewujudkan SDM yang unggul salah satunya melalui rekrutmen proaktif dengan menjaring para palajar, santri, dan mahasiswa serta putra putri terbaik di Aceh Utara yang memenuhi syarat untuk menjadi anggota Polri yang berkualitas, profesional, modern dan terpercaya. 

Kapolres Aceh Utara dalam sambutannya mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman ini bukanlah sekedar acara seremonial belaka, namun merupakan suatu momentum guna mengaktualisasikan harapan Polri khususnya Polres Aceh Utara dalam mewujudkan proses rekrutmen yang clear and clean.

Oleh karena itu, pihaknya perlu mengadakan   kerjasama ini sehingga semua pihak bisa saling mengawasi seluruh rangkaian seleksi penerimaan  Polri dan melaksanakan pembinaan dan pelatihan bagi putra-putri terbaik Aceh Utara untuk mewujudkan proses seleksi penerimaan Polri yang bersih, transparan, akuntabel dan humanis.

“Polri senantiasa berupaya melakukan perubahan mind set dan culture set, diantaranya melalui program dan rencana aksi reformasi birokrasi Polri menuju Pemerintah yang bersih dan tata kelola Pemerintahan yang baik sesuai dengan harapan dan dambaan masyarakat,” kata Kapolres, AKBP Ian Rizkian Milyardin.

Disebutkan, proses rekrutmen Polri dilaksanakan dengan prinsip “betah” yakni bersih, transparan, akuntabel dan humanis. Salah satu upaya dalam penerimaan anggota Polri diantaranya adalah aturan bahwa dalam setiap tahapan seleksi tidak dipungut biaya alias gratis. 

Namun demikian tidak dipungkiri bahwa dikalangan masyarakat masih ada rumor yang berkembang bahkan sampai saat ini jika ingin lulus menjadi anggota Polri maka calon pendaftar harus menyediakan sejumlah uang untuk panitia supaya bisa lulus menjadi Polri yang jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah. 

“Dalam kesempatan ini saya tegaskan bahwa rumor tersebut adalah tidak benar, saya ulangi bahwa rumor tersebut adalah  tidak benar. Oleh karenanya upaya kita salah satunya dengan melibatkan instansi terkait sehingga bisa mengawasi secara bersama-sama guna mencegah oknum-oknum yang bermain dalam penerimaan polri,” tegas Kapolres.

Terkait hal ini pihaknya menekankan bahwa hasil kelulusan peserta seleksi dalam proses rekrutmen ditingkat Pabanrim, Panda  maupun  Pusat yang artinya ini adalah murni dari kemampuan dan kapasitas dari calon itu sendiri tanpa adanya bantuan atau intervensi dari pihak manapun.

“Untuk itu saya mengajak kepada seluruh hadirin kiranya bisa bekerjasama dalam mensosialisasikan sepanjang waktu terkait dengan penerimaan anggota Polri yang bersih, transparan, akuntabel dan humanis guna menjaring animo putra putri terbaik khususnya di Aceh Utara ini,” terang Kapolres dengan nada tegas. (Chairul/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More