www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

PDIP Menilai Harimau Mangsa Sapi di Aceh Utara Akibat Dampak Perambahan Hutan dan Perburuan Satwa

0 826

Acehasia.com | Aceh Utara – Sehubungan adanya gangguan Harimau Sumatera di salah satu desa Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara perlu dilihat dari segi penyebabnya. Pihak terkait tidak hanya mencegah, namun diharapkan bisa menyelidiki penyebab hewan buas itu turun ke pemukiman penduduk. Jum’at (06/12/2019).

Ketua DPC PDIP Kabupaten Aceh Utara, Muhammad Azhar, angkat bicara terkait hal ini. Menurut dia, masuknya Harimau Sumatera hingga memangsa sapi dan kambing warga bisa jadi karena faktor perambahan hutan dan perburuan hingga akhirnya mengusik satwa dilindungi tersebut.

Sebagaimana diketahui Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) melalui Press Release pada Januari 2019 mencatat, salah satu Kabupaten tertinggi yang mengalami deforestasi adalah Aceh Tengah dengan luas 1.924 Ha disusul Aceh Utara seluas 1.851 Ha. Angka itu merupakan angka di tahun 2018, meskipun deforestasi itu menurun dibandingkan 2017.

“Setidaknya pihak terkait yang menangani konflik satwa liar juga harus melihat dari segi penyebabnya, apa faktor utama yang membuat Harimau tersebut turun memangsa ternak warga. Maka, ini perlu kerjasama sejumlah stakeholder,” kata Azhar kepada Acehasia.com,

Dirinya meyakini bahwa perambahan hutan dan perburuan menjadi faktor utama satwa Harimau turun dari hutan. Dari segi perburuan, menurutnya tidak hanya perburuan Harimau itu saja namun juga terjadi pada perburuan Rusa dan Kancil. Sehingga habitat Harimau terusik, sulit untuk mendapatkan makanan yang seharusnya bisa ia (Harimau) temukan di habitatnya sendiri. 

“Mungkin saja faktornya disebabkan perburuan, bahkan belum lama ini Polres Aceh Utara berhasil menggagalkan upaya perdagangan kulit dan organ Harimau Sumatera. Dari situ bisa kita nilai bahwa perburuan memang ada di Aceh Utara,” tukas tokoh pemuda satu ini yang pernah mewakili Aceh ke Istana bertemu Presiden RI. 

Dirinya sangat berharap pihak terkait bisa bekerjasama dengan sejumlah Stakeholder untuk agar mencari tau penyebabnya.

“Itu harapan saya, karena hingga saat ini yang saya tau Harimau itu masih berkeliaran meskipun pekan lalu sudah didatangkan pawang,” tandas Azhar. (Chairul/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More