www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

PDIP Aceh Upayakan Kembalinya Kejayaan Rempah Indonesia, Khususnya Aceh

0 683

Acehasia.com | Lhokseumawe – Sehubungan Rakernas oleh DPP PDI Perjuangan yang direncanakan berlangsung di Jakarta pada 10-12 Januari bulan ini, DPD PDI Perjuangan Provinsi Aceh akan upayakan kembalinya kejayaan rempah Indonesia, Aceh khususnya.

Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Aceh, Muslahuddin Daud, mengatakan Rakernas akan mengangkat tema tentang ‘Solid Bergerak Wujudkan Indonesia Negara Industri Berbaskt Riset’ dengan subtema strategi jalur rempah dalam lima prioritas jalur strategi Nasional untuk mewujudkan Indonesia berdikari.

Dalam hal ini PDI Perjuangan Provinsi Aceh akan menggunakan seluruh jaringan untuk mengadvokasi agar tujuan besar mengembalikan kejayaan rempah dapat terwujud mengingat persoalan komoditi rempah akan dibahas dalam Rakernas dan merupakan bentuk dari Sense of Crisis and Sense of Belonging terhadap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.

Dari berbagai literatur ditemukan bahwa sejarah Indonesia tidak bisa dilepaskan dari perdagangan rempah dimana produk rempah Indonesia diperdagangkan di Jalur Sutera hingga jalur Dupa Romawi atau Hindustan hingga Afrika Timur Ethiopia sekitar abad 5 SM hingga abad 11 Masehi yang dikenal dengan kekuasaan Laut Merah.

Namun disisi lain menurut Muslahuddin Daud, kini tren ekspor Indonesia dari hari ke hari mengalami penurunan berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Januari hingga September 2018, ekspor rempah belum menunjukkan kinerja yang apik.

Muslahuddin Daud yang juga praktisi pertanian, memandang, penurunan produksi rempah diakibatkan terjadinya perubahan iklim, dimana naiknya suhu  bumi mencapai 2 °C berdampak besar pada siklus produksi tanaman pangan dan rempah.

“Efek dari perubahan iklim yang mengutip pada penelitian Tropical Agriculture Center, bahwa tanaman mengalami malnutrisi. Dalam hal ini yang dimaksud adalah malnutrisi fisiologis bukan Malnutrisi fisik,” kata Muslahuddin Daud kepada Acehasia.com, Selasa (07/01/2020).

Kata kunci ‘Riset’ dalam Rakernas, kata dia sangatlah tepat, karena risetlah kemudian yang akan menjawab persoalan perubahan dinamika dunia pertanaman. Hasil riset kemudian harus disahuti oleh kebijakan politik untuk merubah nomenklatur Good Agriculture Practices (GAP) yang sesuai dengan kebututuhan perubahan iklim.

Berdasarkan pengalamannya di lapangan, bahwa persoalan perubahan iklim dapat diantisipasi dengan konsep ‘Rekayasa Fisiologis’. Dimana rekayasa ini akan memanipulasi tanaman akan mampu bertahan terhadap terkanan rasa sakit dan perubahan lingkungan.

“Dengan memanipulasi Biokimia tanaman, sifat keterbatasannya terhadap lingkungan termasuk panas akan berubah jadi tanaman tahan terhadap suhu yang lebih tinggi. Namun semua metohodologi ini perlu diikuti supply nutrisi yang cukup dan seimbang antara satu elemen dengan elemen yang lain,” tambah dia.

Perpaduan antara pengalaman lapangan dan riset ini membuat satu keyakinan bahwa PDI Perjuangan Aceh memiliki modal yang kuat untuk mendorong kembalinya kejayaan rempah di Aceh dan bahkan seluruh Indonesia.

“DPD PDI Perjuangan Aceh akan menggunakan seluruh jaringan untuk mengadvokasi agar tujuan besar mengembalikan kejayaan rempah dapat terwujud. Dan, kita memiliki modal yang kuat untuk mendorong kembalinya kejayaan rempah di Aceh dan bahkan seluruh Indonesia,” tukas Muslahuddin. (Chairul/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More