www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Para Habib Jawa Timur Jumpai Wali Nanggroe Untuk Lebih Mengenal Aceh

0 726

Acehasia.com | Banda Aceh – Sejumlah Habib asal Malang, Jawa Timur berkunjung ke Wali Nanggroe Aceh. Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar menyambut kunjungan dan silaturahmi mereka pada Selasa 10 Desember 2019.

Selain silaturahmi, tujuan para habib berkunjung ke Aceh yaitu untuk mendapatkan informasi seputar sejarah Aceh dan perkembangan kekinian Aceh pasca konflik dan tsunami.

Para habib tersebut diantaranya yaitu Habib Abu Bakar Mauladawila, Habib Mochammad, Habib Abdullah,  dan Habib Abdurrahman. Para Habib ini didampingi oleh Tgk. Muhammad Edi Ruslan Sabri dari Banda Aceh. 

“Lembaga Wali Nanggroe ini hanya ada di Aceh, sehingga menarik bagi kami untuk mengetahui seluk beluk lembaga ini,” kata Habib Abu Bakar.

Menurut Habib Abu Bakar, hubungan para Habib asal Jawa Timur dengan para ulama di Aceh sudah terbangun sejak lama. Ituah sebabnya mereka datang langsung ke Wali Nanggroe untuk mendapatkan informasi secara detail dan langsung.

“Dalam setiap ceramah dan kajian, kami sering membahas tentang Aceh. Karena itu, sangat penting untuk mendapatkan informasi yang benar, yaitu dari Pemangku Wali Nanggroe langsung, sehingga apa yang kami sampaikan kepada jamaah tidak salah,” tambah Habib Abu Bakar. 

Pada kesempatan tersebut pula, Wali Nanggroe menjelaskan tentang sejarah Aceh dari masa kerajaan, hingga masa tercapainnya kesepakatan damai antara GAM dan Republik Indonesia pada 2005 silam.

“Sepanjang 14 tahun damai ini, ada beberapa perkembangan yang telah kita capai. Tapi juga masih ada banyak poin-poin perjanjian yang belum terealisasi,” ujar Wali Nanggroe.

Terkait soal Syariat Islam, Wali Nanggroe menyebutkan bahwa Aceh sudah dikenal sebagai daerah syariat sejak masa kesultanan Aceh. Di era saat ini, Syariat Islam tersebut diperkuat dengan aturan formil melalui qanun yang dipayungi oleh Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh.

Selain itu Wali Nanggroe juga menambahkan bahwa kondisi Aceh saat ini sudah sangat kondusif. Masyarakat bebas melakukan aktivitas bahkan hingga larut malam.

 “Alhamdulillah sudah aman. Ada banyak wisatawan yang datang ke Aceh untuk menikmati keindahan alam dan wisata religi.” Jelasnya.

Habib Abu bakr juga berharap agar pertemuan ini akan berlanjut hingga ke depan serta akan menyampaikan informasi yang didapatnya ke Pulau Jawa. (Ril/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More