www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Para Alumni MIN Ini Sematkan Cinci Emas Kepada Gurunya

0 1,296

Acehasia.com | Banda Aceh – Menyambut Hari Guru Nasional (HGN)  setiap  25 November,  Pengurus Yayasan Pionir Nusantara mengadakan kegiatan. Antara lain menyematkan cincin emas kepada  Cut kamariah (75 tahun), Fatimah (79 tahun), Kamaliah Zakaria (75 tahun) dan Iskandar Ismail (66 tahun). Mereka merupakan pensiun guru MIN Cot Glumpang Kecamatan Glumpang Baro, Kabupaten  Pidie,  Minggu (24/11/2019).

Cincin emas tersebut diberikan oleh  para alumni MIN Cot Glumpang, diantanya Dr. Anas M.Adam. dr. Fachrul Jamal,Sp.An, Rusydi M. Adam, SE, MM dan alumni lainnya. Kegiatan ini mengundang rasa haru mendalam bagi guru, murid, serta para  alumni. Selain itu, alumni berprestasi ini juga memberikan bingkisan kepada guru pensiun dalam bentuk cincin emas.

“Kami banyak mengadakan kegiatan dalam menyambut HGN antara lain menyematkan cincin emas sebagai penghargaan kepada guru yang telah berjasa mencerdaskan anak bangsa,” kata Ketua Pembina  Yayasan Pionir Nusantara,   Dr. Anas M. Adam, M.Pd.

Anas menyatakan  pihaknya  juga meluncurkan program alumni mengabdi untuk guru. Mantan Kepala Dinas Pendidikan Aceh era konflik Aceh dan bencana gempa dan tsunami Aceh 2004. Anas paham  melalui jalur ini sebagai pendekatan alternatif untuk membantu pemerintah mencerdaskan guru di era sekarang ini. Kalau semuanya ditangani pemerintah, hal itu tidak sanggup menyediakan biaya dan waktu guru bisa di sekolah

“Peran guru dalam mendidik belum dapat tergantikan dengan mesin, setiap individu  dapat saja belajar dari berbagai media, namun untuk proses pendidikan yang hakiki khususnya  pada  jenjang  awal  pendidikan  seperti  di  TK, SD, SMP, dan SMA tetap perlu darma bakti guru,” ajaknya.

Mantan Direktur Pembinaan Guru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI itu mengingatkan kurikulum yang baik, metode dan strategi pembelajaran yang baik ada pada guru  sendiri.  Bila guru tidak menguasai ketiga hal ini maka Proses Belajar Mengajar tidak  dapat berjalan dengan baik. Saat ini masih ada guru belum menguasai kurikulum dengan baik,  belum dapat menggunakan teknologi informasi dalam pembelajaran, dan belum menguasai  strategi pembelajaran yang bervariasi, dan masalah lain terkait dengan materi pelajaran.

“Alumni adalah individu yang telah dididik dan dicerdaskan oleh guru, namun pada saat  ini guru kita tertinggal karena proses perkembangan Iptek dan keterbatasan waktu dan upaya  mereka untuk mengikuti perkembangan Iptek,” jelas Anas.

Anas menyatakan untuk itu diperlukan dukungan  kepada guru-guru dari para alumni yang telah dicerdaskan oleh guru sebagai suatu upaya   menghargai pengabdian para guru. Adapun program ini diberi nama “Alumni  Mengabdi  untuk Guru dalam Rangka Hari Guru 2019).

Kegiatan ini digagas oleh Yayasan Pionir  Nusantara  yang  akan  bekerjasama  dengan  para  alumni,  Dinas  Pendidikan  Aceh,  Kanwil  Kementerian   Agama   Aceh,   LPMP   Aceh,   Dinas   Pendidikan  Kabupaten/Kota,   Kantor  kementerian Agama Kabupaten/Kota, dan sekolah/madrasah.   Langkah awal kegiatan tela diluncurkan pada 23 November 2019 di MIN 38 Pidie, Cot Glumpang, Kecamatan Glumpang Baro, Pidie, oleh alumni MIN/SD, SMP,  MTsN dan SMA. Seterusnya dilanjutkan di sekolah/madrasah di seluruh Aceh.

“Dalam HGN 2019,  kami mengimbau alumni untuk peduli kepada guru di sekolahnya dengan mengajar sehari di sekolah atau mengunjunginya,” tutup Anas.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More