www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

PAKU ITE Desak Garuda Indonesia Cabut Laporan Terhadap 2 Youtuber

0 793

Acehasia.com| Jakarta – Rius Vernandes dan Elwiyana dilaporkan oleh Garuda Indonesia ke Polres Bandara Soekarno Hatta terkait dugaan pencemaran nama baik dalam unggahan Rius di Insta Story Instagram terkait menu makanan kelas bisnis ditulis tangan oleh kru kabin atau pramugari.

Dalam pemberitaan, Rius mengaku unggahan foto menu tulisan tangan disertai dengan emoticon face palm atau ‘tepok jidak’ tanpa bermaksud mencemarkan nama baik siapa pun.

Ia menunggah foto itu pada Sabtu, 13 Juli 2019 setelah menaiki pesawat Garuda Indonesia rute Sidney-Denpasar-Jakarta. Kemudian Minggu, 14 Juli 2019, Rius mengunggah review perjalanannya ke kanal YouTube miliknya. Di dalamnya, Rius mengomentari menu makanan dari pramugari dalam ‘secarik kertas dengan tulisan tangan.

Melalui akun Instagram pada Selasa (16/7/2019), Rius mengabarkan menerima panggilan dari penyidik Polres Bandara Soekarno Hatta. Awalnya ia tak mengetahui pelapornya, namun dari pemberitaan diketahui Rius dipanggil atas laporan dari Garuda Indonesia perihal pencemaran nama baik terkait penyampaian pendapat terhadap layanan maskapai.

Terhadap pelaporan Garuda Indonesia, Paguyuban Korban UU ITE (PAKU ITE), sebagai organisasi yang berjuang melindungi hak-hak digital warga di Indonesia, berpandangan telah terjadi ancaman terhadap hak berpendapat Rius.

Atas hal tersebut, PAKU ITE menyatakan sikap yakni, pelaporan pihak Garuda Indonesia terhadap Rius merupakan bentuk perilaku perusahaan negara yang melakukan pembungkaman dan tidak seharusnya dilakukan, karena publik berhak berpendapat ataupun menuntut fasilitas yang mereka peroleh dari apa yang mereka telah bayar. Komplain dari konsumen tidak serta merta disikapi dengan pelaporkan secara pidana. Kritik dan saran merupakan hal wajar dari konsumen kepada institusi bisnis, sehingga seharusnya disikapi dengan arif dan bijaksana.

Sikap selanjutnya penggunaan pasal pencemaran nama baik oleh pihak Garuda Indonesia tidak dapat dibenarkan demi hukum. Pasal 27 Ayat 3 juncto Pasal 45 ayat 3 UU ITE mensyaratkan delik aduan adalah perorangan, bukan badan hukum atau institusi. Korban pencemaran nama baik tak dapat diwakilkan oleh siapa pun, sehingga penggunaan pasal pencemaran nama gugur demi hukum.

Rius tidak punya niatan untuk mencemarkan nama baik. Yang dilakukannya, bagian dari hak warga negara merujuk pasal 28 UUD 1945 yaitu mengungkapkan pendapat dari perjalanan yang mereka lakukan.

Menimbang dua sikap di atas, PAKU ITE mendesak kepada tiga pihak yang bersangkutan dengan kasus ini. pihak Garuda Indonesia agar mencabut laporan polisi terhadap Rius Vernandes dan Elwiyana, agar kasus ini diselesaikan nonpidana, yakni lewat mediasi.

Kepada ihak Polisi agar tidak melanjutkan proses penyelidikan, karena pelapor tak memiliki dasar hukum sebagai korban berdasar pasal 27 Ayat 3 UU ITE. Serta kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika dan DPR RI agar menghapus pasal 27 hingga pasal 29 UU ITE karena kerap disalahgunakan untuk membungkam dan memberangus hak-hak digital warga negara.(Ril/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More