www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Nasib MoU Aceh, Belasan Tahun Menunggu Kejelasan Pemerintah Pusat

0 544

Acehasia.com | Aceh Utara – Aceh, masih menunggu kepastian janji Pemerintah Pusat sejak perdamaian antara RI dengan GAM atau MoU Helsinki ditandatangani, kini berjalan 15 tahun lamanya. Masih terdapat butir-butir MoU yang belum direalisasi oleh Pusat, hal ini tentu menjadi tuntutan.

Panglima Wilayah Pase yang juga Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Aceh Utara, Tgk. Zulkarnaini bin Hamzah, angkat bicara terkait hal ini. Ia menjawab pertanyaan wartawan usai Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW oleh KPA/PA Wilayah Pase di lapangan Landing, Lhoksukon, Kamis (20/02/2020).

Berbicara soal janji Pemerintah Pusat terhadap Aceh terutama persoalan bendera yang masih Cooling Down, menurutnya persoalan itu seakan ‘basi’ karena 15 tahun sudah perdamaian ini berjalan namun masih saja belum ada kejelasan dari Pemerintah Pusat, bahkan tanpa ada batas akhirnya.

“Kalau persoalan bendera itu sudah basi, perdamaian sudah 15 tahun berjalan tetapi belum ada kejelasan dari Pemerintah Pusat. Masih saja Cooling Down, bahkan tidak ada batas akhirnya. Maka, saran saya silahkan tanyakan soal ini langsung kepada Pemerintah Pusat,” kata Tgk Ni.

Menurutnya, masyarakat Aceh maupun eks kombatan GAM harus bergerak dalam artian menuntut kejelasan itu. Pihaknya kini berharap penuh kepada Wali Nanggroe yaitu Malik Mahmud Al Haytar untuk terus bergerak dengan diberi sokongan kalangan Eks GAM dan masyarakat Aceh dalam menentukan nasib Aceh.

“Saya pikir kita harus bergerak, Wali harus bergerak karena sangat kita harapkan ini dan terus kita sokong supaya ada hasil akhir. Eks GAM juga harus menjaga perdamaian, maksudnya ini kan janji dan untuk sama-sama menjaga perdamaian sembari menunggu terwujudnya hasil dari isi perdamaian,” imbuh Tgk Ni.

Dari butir-butir MoU Helsinki yang masih belum ada kejelasan pasti, kata Tgk Ni persoalan pertama adalah bendera Aceh yang kini masih saja Cooling Down. Bahkan, Wali Nanggroe Aceh pernah menyampaikan agar bendera Aceh berlambang bulan dan bintang bisa berkibar pada 15 tahun Perdamaian.

“Yang pertama persoalannya adalah bendera, itu yang cukup serius diperbincangkan sampai sekarang. Bahkan Wali pernah mengatakan bahwa 15 tahun perdamaian nanti bintang bulan harus naik di Aceh, itu pernah beliau sebutkan. Ini marwah, bendera ini marwah bangsa Aceh,” sebut Tgk Ni. (Chairul/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More