www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Muslahuddin : Smart Farming saat Pandemi Covid 19 Bisa Diterapkan

0 487

Acehasia.com | Banda Aceh- Ketua DPD PDI Perjuangan Aceh, Muslahuddin Daud dalam keterangan pers nya menjelaskan bahwa Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia menyebutkan bahwa konsumsi makanan masyarakat Aceh dalam satu tahun sebesar 40.64 Triliun Rupiah, terbesar untuk makanan dan minuman 13.4 Triliun. Padi-padian 5 triliyun, ikan 5,3 triliun dan rokok mencapai 5.5 Triliyun, Kamis (14/05/2020).

Muslahuddin menjelaskan bahwa bagi kelompok masyarakat dengan penghasilan tetap, tentu persoalan daya beli untuk konsumsi makanan bukanlah persoalan namun bagi masyarakat masuk dalam kelompok rentan dengan penghasilan pas pasan apalagi 800.000 rakyat aceh yg masuk dalam basis data terpadu (BDT) dengan katagori miskin tentu akan menjadi persoalan besar.

“Yang harus dilakukan adalah mempraktekkan metode smart farming atau bertani cerdas. Smart farming dalam pengertian biasa adalah mengunakan teknologi dan informasi untuk meningkatkan kualitas dan kuantititas produksi pertanian,” jelas muslahuddin.

Dia juga menambahkan bawah semua orang bisa menggunakan pekarangan rumah bersama anggota keluarga, mengolah sampah organik menjadi pupuk atau mempraktekkan pembuatan pakan ternak dan ikan untuk digunakan sendiri adalah juga bagian dari smart fariming.

Muslahuddin juga menyarakan bagi masyarakat Aceh agas bisa memanfaatkan tanaman yang ada di sekitar. Mengolahnya dari yang kurang produktif menjadi lebih produktif. Semua bisa dilakukan karena ketersediaan waktu dan semangat untuk mempertahankan jumlah konsumsi dan asupan gizi keluarga.

Dalam rilis yang diterima acehasia.com, Muslahuddin juga menyampaikan saran kepada pemerintah Aceh yang sedang melakukan refocusing aggaran bahwa perlu adanya kegiatan quick win kepada masyarakat yang sudah masuk katagori miskin dan mereka yang berdampak berat dari pekerjaan nonformal.

“Maka SKPA seperti Distanbun, Perikanan, dan Peternakan perlu melakukan reorientasi program yang langsung dapat membantu keringanan masyarakat,” tambah Muslahuddin.

Dia memberikan contoh, pemerintah membudidayakan ayam kampung dengan menyediakan DOC atau bibit ayam yang telah dilakukan standar kesehatannya. Masyarakat diberikan pakan dan tinggal memelihara saja. Kalau saja satu KK diberikan 100 ekor ayam maka dalam waktu 60 hari sudah menghasilkan 100 ayam dengan harga murah 40.000, maka sudah menghasilkan 4 juta.  ni hanya contoh kecil, bagaimana mensiasati economic recovery during and post covid 19.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More