www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Munir Noer : Pelaku Pembakaran Rumah Asnawi Bisa di Jerat UU Pers

0 1,178

Acehasia.com | Banda Aceh—Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia mengeluarkan penyataan sikat terkait dugaan teror pembakaran rumah jurnalis Serambi Indonesia, Asnawi luwi di Aceh Tenggara. Selasa, (30 Juli 2019).

Dalam Rilis yang dikirimkan ke redaksi acehasia.com, Pengurus dan Anggota Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Aceh, menyampaikan pernyataan sikap terhadap kasus terror yang mengancam dan bahkan melakukan pembakaran rumah Asnawi.

IJTI Pengda Aceh Meminta aparat kepolisian Polda Aceh, dan Polres Aceh Tengara agar serius dan bersikap tegas, mengungkap kasus dugaan teror pembakaran rumah Jurnalis serambi Indonesia Asnawi, yang diduga dilakukan oleh oknum tak dikenal tersebut.

Munir Noer selaku ketua IJTI juga meminta pihak kepolisian menindak tegas siapapun yang telah melakukan pembakaran rumah Asnawi luwi, yang telah mengancam nyawanya beserta keluarga.

Dia juga menambahkan bawah polisi harus menjamin dan melindungi para jurnalis yang tengah menjalankan tuga-tugas jurnalistik. Serta Meminta kepada semua pihak jika merasa divrugikan atas pemberitaan agar memproses melalui mekanisme yang berlaku, seperti menggunakan hak jawab, meminta koreksi, hingga mengadukan ke Dewan Pers.

Ketua IJTI ini juga mengecam keras aksi kriminal yang dilakukan pelaku.  Bagi kami tindakan ini adalah salah satu teror, sekaligus upaya untuk membungkam kebebasan pers.

“Kami menghimbau agar seluruh jurnalis wajib menjaga independensinya dalam menjalankan tugas. Jurnalis juga wajib menjaga disiplin verifikasi dalam menjalankan tugasnya secara profesional dan sesuai Kode Etik Jurnalistik.” Jelas Munir Noer.

Dia juga menambahkan bahwa Menghalang-halangi serta melakukan tindak kekerasan terhadap jurnalis yang tengah menjalankan tugasnya merupakan pelanggaran undang-undang.

“Pelaku yang menghalang-halangi serta melakukan tindak kekerasan terhadap jurnalis bisa dikenakan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 18 UU Nomor 40/1999 tentang Pers.” Tutup Munir. (Taufik Ginting)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More