www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Menuju Eliminasi Filariasis Tahun 2025; Dinas Kesehatan Aceh Terus Meneguhkan Komitmen

0 793

Acehasia.com | Banda Aceh – Perkumpulan keluarga berencana Indonesia (PKBI) Wilayah Aceh merilis Penyakit Filariasis atau kaki gajah, banyak terjadi di daerah tropis atau pesisir sehingga perkembangbiakannya sangat cepat. Penyakit ini ditularkan dari gigitan nyamuk yang mengandung cacing Filarial. Cacing berukuran kecil ini kemudian berkembang biak di dalam kelenjar getah bening dan bisa hidup selama tujuh hingga delapan tahun lamanya. Rabu, (23/10/19)

Berdasarkan data kasus penyakit kaki gajah di tahun 2019 yang ada di Dinas Kesehatan Aceh mencapai 570 kasus dan tersebar di 23 kabupaten/kota. Kasus sebaran penyakit kaki gajah terbanyak berada di Kabupaten Aceh Utara dengan jumlah mencapai 92 kasus, Kabupaten Pidie 83 kasus, Aceh Timur 58 kasus, dan Aceh Barat 14 kasus.

Pihak PKBI Aceh bersama Dinas Kesehatan Aceh serta sejumlah Dinas Kesehatan di kabupaten/kota di Aceh juga gencar melakukan sosialisasi pencegahan penyakit kaki gajah. Sesuai dengan target global, bahwa Indonesia harus mencapai eliminasi filariasis pada tahun 2025.

Direktur PKBI Aceh, Eva Khovivah menjelaskan bawah capaian target yang tidak lama lagi, dan masih dihadapkan pada tantangan terkait keyakinan bahwa penyakit kaki gajah merupakan penyakit “kutukan” dan tidak bisa disembuhkan.

“sebenarnya, keyakinan ini bisa kita patahkan dengan melakukan deteksi awal dan pencegahannya melalui pemberian obat cacing secara massal yang harus diminum setiap setahun sekali selama 5 tahun pada bulan Oktober yang telah dicanangkan sebagai Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga). Jelas Eva.

dia juga menambahkan Cara lain sebagai upaya pencegahan dan edukasi adalah melalui sebuah film. Film sebagai sarana penyampaian pesan secara massa sangat strategis terutama dalam menyampaikan isu-isu kebaikan termasuk salah satunya adalah isu kesehatan. Film sebagai sosial marketing diyakini dapat merubah sebuah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik yang ada di masyarakat.

“Atas dasar inilah, PKBI Aceh yang selama rentang waktu 2012 – 2018 telah bermitra dengan Dinas Kesehatan Aceh dan 12 Dinas Kesehatan kabupaten/kota (Aceh Besar, Pidie, Aceh Jaya, Aceh Utara, Bireun, Aceh Timur, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Selatan, Subulussalam, Aceh Singkil dan Aceh Tamiang) untuk menjalankan program Eliminasi Filariasis”, tambah eva.

Film tersebut bercerita mengenai seorang gadis remaja yang terkena gejala kaki gajah namun menganggap penyakit tersebut merupakan guna-guna.

“Hingga akhirnya gadis tersebut dengan semua masyarakat desa menyadari bahwa desa mereka merupakan wilayh endemis Filariasis’, tutupnya. (Ril/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More