www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Melawan Lupa, Inilah Daftar Korban Tragedi Simpang KKA Aceh Utara

0 717

Acehasia.com | Aceh Utara – Tragedi berdarah yang terjadi di Simpang KKA Desa Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Kabupaten Aceh Utara genap 21 tahun. Masyarakat setiap tahunnya tepat pada tanggal 03 Mei menggelar doa bersama untuk memperingati tragedi tersebut.

Namun, dimasa pandemi saat ini masyarakat hanya menggelar doa bersama dalam suasana yang sederhana. Meskipun begitu, peringatan tersebut tetap saja diiringi dengan tangis dan suasana haru. Seperti yang berlangsung pada peringatan 21 tahun tragedi ini, Minggu (03/05/2020) sore.

Tragedi Simpang KKA adalah peristiwa berdarah dan menimbulkan banyak korban yang terjadi pada Senin 3 Mei 1999 pukul 12.30 WIB. Banyak korban yang berjatuhan waktu itu baik yang meninggal, luka, cidera, mulai anak-anak hingga orang tua, laki-laki dan wanita.

Terjadi kerusuhan antara masyarakat sipil dengan oknum aparat ketika itu. Seketika letusan senjata api mendengungkan telinga, masyarakat kalang kabut berlarian menyelamatkan diri. Satu persatu masyarakat kala itu tumbang bersimbah darah, bahkan sebagian meninggal ditempat.

Nama-nama korban tercatat pada sebuah tugu yang hingga kini berdiri tegak dengan dilengkapi monumen tepatnya di Simpang KKA Desa Paloh Lada. Adalah sebagai bukti pernah terjadinya peristiwa berdarah di Simpang KKA agar masyarakat Aceh umumnya keluarga korban tidak melupakan tragedi tersebut.

Adapun nama korban sebagaimana pendataan oleh Tim Komunitas Korban Pelanggaran HAM Aceh Utara (K2HAU) adalah Karimuddin bin Yahya, Wardani binti Tgk Ben Puteh, Sudirman bin M. Badruddin, Yuni Afrita binti Abdullah, Yustina binti Abdul Muthaleb, Murdani bin Jafar, Nurmaniah binti Tgk Usman.

Kemudian Saddam Husein bin Razali, M. Nasir bin Tgk Buket, Jamaluddin bin M. Adam, Muchlis bin Muslem, Heri bin Rusli, Ramli bin Zakaria, Zainal bin Yakub, Hasanuddin bin Abdul Gani, Mulyadi bin Rajab, Murthala bin Tgk Ben Cut, A. Majid bin Umar, Khalid bin Syama’un, Razali bin Hanafiah, dan Yuni bin Daud.

Pada peringatan ke 14 tahun tepatnya 03 Mei 2013 lalu, K2HAU menyebutkan bahwa berdasarkan hasil temuan Komisi Independen Pengusutan Tindak Kekerasan di Aceh yang dibentuk melalui Keputusan Presiden No 88/1999, sebanyak 39 masyarakat sipil meninggal, 156 luka, 10 orang dinyatakan hilang dan ratusan warga sipil lainnya trauma.

Pada peringatan kali ini, doa bersama digelar oleh ElMansyur Peduli dan Pemuda Simpang KKA secara sederhana dan terbatas mengingat masih dalam suasana pandemi Covid-19 dan mematuhi himbauan Pemerintah. Dalam kesempatan itu, juga diisi dengan menyantuni anak yatim sekaligus buka puasa bersama.

Kegiatan itupun dihadiri Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Pase Tgk. Zulkarnaini atau Tgk Ni, Juru Bicara KPA Pusat Azhari Cagee, Anggota DPRA Fraksi Partai Aceh Tarmizi Panyang, anggota DPRK Aceh Utara Anwar Sanusi, Ketua BRA Aceh Utara Tgk Anwar Ramli, Camat setempat beserta tokoh pemuda dan masyarakat setempat.

Azhari Cage dalam hal ini mengapresiasi Lembaga Elmansyur Peduli dan Pemuda Simpang KKA atas inisiatif mengadakan Peringatan tersebut yang ke 21 tahun. Azhari menyebut, pihaknya tetap mengharapkan agar pihak terkait menuntaskan seluruh isi Nota Kesepahaman MoU Helsinki & UUPA.

“Melalui momentum ini, kita mengharapakan agar menuntaskan seluruh isi Nota kesepahaman MoU Helsinki & UUPA. Hendaknya kita doakan para syuhada yang telah gugur memdapat tempat yang layak, serta keluarga korban diberi ketabahan atas kejadian ini yang sudah terjadi selama dua dekade,” sebut Azhari.

Ketua KPA Wilayah Pase, Tgk Zulkarnaini atau Tgk Ni secara tegas juga berharap hal yang sama. Menurutnya, tragedi Simpang KKA tidak boleh dibiarkan dan tentunya harus saling menuntut kepada Pemerintah Pusat agar keadilan ditegakkan.

Sementara itu Ketua BRA Aceh Utara, Tgk Anwar Ramli berharap kegiatan semacam ini harus terus di dilakukan hingga tahun-tahun yang akan datang demi mengingat sejarah dan mengenanh arwah para syuhada yang syahid dalam tragedi berdarah tersebut. (Chairul)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More