www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Mantan Osis Ali Hasyimi Menjadi Bintara Diusia Muda

0 812

Acehasia.com | Aceh Besar – Cita-cita menjadi saah satu motivasi dalam hidup. Mengapai mimpi merupakan usaha yang bisa dilakukan semua orang. Namun lagi-lagi, keberuntungan dan rezekilah yang menentukan.

Miftachul Chumaidi(20) salah satunya.  ia kini sedang menempuh profesi sebagai Brigadir Polisi Polda Aceh. Dengan proses perjuangan kerja keras dan semangat dukungan keluarga ia bisa menjadi salah sesosok yang  diminati para cowok remaja milenial jaman sekarang.

Berasal dari keluarga yang sederhana tidak membuat Miftach patah semangat untuk mengapai impiannya. Menjadi anak lelaki pertama baginya memiliki tanggung jawab besar.

“Saya masuk polisi memang keinginan sendiri dari sejak masih sekolah. Karena melihat sebuah style polisi dalam melayani masyarakat menarik bagi saya. Serta saya juga akan bertanggung jawab untuk membahagiakan orang tua dan adik saya”, jelas Miftach.

Saat masih di bangku sekolah SD dirinya selalu menjadi siswa yang baik. Semenjak di SMP baru memulai gerakan organisasi sekolah dan menjadi ketua OSIS.

 “Dorongan dari abang leting dinaikkan saya sebagai osis bisa tuntas dengan baik. Saya menuliskan program akan saya buat ke depan. Sehingga ketika itu ada motto dari untuk di publikasikan dalam perdebatan : Berlayar dalam perahu besar dengan kebersamaan dan mengayuh juga dengan sama-sama”,ujar mantan ketua osis SMP 10 Banda Aceh.

Seusai saya tamat SMP, Bintara kelahiran Meunasah Intan, 2 september 2000 ini  memutuskan untuk masuk sekolah SMA Ali Hasyimi Aceh Besar. Meski sebelumnya ia sempat kepikiran untuk melanjutkan ke pesantren.

Lagi-lagi remaja berkulit sawo matang itu terpilih menjadi OSIS SMA. “Motto yang saya gunakan waktu di SMA juga sama dengan sebelumnya.  Menjadi Osis kita harus mampu memperbaiki segala bidang kesalahan siswa maupun sekolah yang pernah terlakukan,”ungkapnya.

Tak hanya itu,  Miftach juga tercatat pernah memenangkan karate juara 1 tahun 2017 dan Syarhil Quran juara 1 tahun 2018 di kabupaten Aceh Besar. selebihnya ia mengikuti kegiatan luar daerah yang diadakan oleh sekolahnya.

Bagian keagamaan seperti pidato dan Tilawah juga pernah ia peroleh sebelum ia masuk ke SMA. Lelaki Aceh Besar itupun juga dikenal dengan pinter berpidato di mana saja.

Segala prestasi telah di capai serta pengalaman baik juga telah di lukiskan olehnya. Saat penghujung tamat sekolah baru ia memikirkan untuk melanjutkan tes kepolisian. Tahun pertama 2018 kemarin, ia tidak begitu mengutamakan untuk masuk polisi dikarenakan ada jalur tes Intitute Pegawai Dalam Negeri (IPDN). Akhirnya dia satukan tekad untuk maju di jalur tes IPDN. Akan tetapi ia tidak berhasil menjadi calon pegawai dalam negeri.

“Tes IPDN saya tidak lewat, begitu juga tes polisi sudah kelewatan tanggal pendafataran ya tidak bisa juga. Akhirnya saya harus kuliah di Penjaskes Unsyiah sementara dua semester”, Ungkapnya kepada Acehasia.com sambil menyandarkan tubuhnya di atas jambo sawah.

Tidak patah semangat dan tidak mau meninggalkan impian itu sehingga membuat dirinya di tahun 2019 kembali terjun ke dalam calon siswa polisi.

Dengan kegigihannya ia bisa lulus menjadi anggota abdi negara di tahun tersebut. Tahap demi tahap dalam tes berhasil ia lewatkan baik itu dari administrasi, akademik, kesehatan, jasmani, dan psikologi.

Keahlian Pidato membuka peluang penuh bagi pria yang akrab di sapa Bang Tok untuk tembus ke tahap selanjutnya. Dengan penuh percaya diri ia memperagakan gaya berpidatonya di panggung lomba. Hingga panitia psikologi memberikan pujian padanya. Kelebihan itu ia menjadi nilai tambah baginya dengan melampirkan sertifikat prestasi.

Hingga hari kelulusan iumumkan, namanya berada di peringkat 27 dari 230 siswa polisi.

Ibunya terharu anaknya lulus sebagai anggota kepolisian begitu juga dengan Miftach yang terus menerus bahagia karena impiannya menjadi kenyataan.

 “Di SPN saya itu sangking enaknya latihan ulang tahun tidak teringat lagi, teringatnya waktu malam setelah mau kembali ke kamar dan hal lucu itru ketika saya di gulingkan dari bukit hingga masuk ke sebuah parit berair yang pas seukuran badan kita”, jelasnya.

Untuk sekarang Miftach bertugas di Polda Aceh dalam menunggu mutasi yang jelas. Ada beberapa daerah yang akan di tugaskan bintara polisi yaitu, seperti Pidie Jaya, Simeulue, Aceh Singkil dan Subulussalam.

“Enaknya di Aceh Besar dan Banda Aceh aja bertugas karena bisa kuliah di hari libur kerja”, imbuhnya.

Dirinya ingin melanjutkan kuliah di jurusan Psikologi. Ia menyukai jurusan itu untuk menekuni bidang binaan masyarakat yang telah di misikan semenjak mulai tumbuh karirnnya.

Bintara remaja ini berpesan bagi mahasiswa agar menyelesaikan studinya dengan cepat dan nilai yang baik. Kepada seluruh generasi yang mau masuk abdi negara sudi kiranya harus rajin dan yakin dalam melakukan keinginan yang kita gali. Jangan hanya berhenti di tengah jalan tetapi terus berjuang hingga hasil yang kamu inginkan bisa dirasakan.

“Harapan saya kepingin dengan pengahasilan saya bisa menaikkan haji ibu dan menanggung sekolah adik saya serta berguna bagi masyarakat,.” Harapnya. (Fauzan)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More