www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Manisnya Budidaya Madu Kelulut, Raup Omset Jutaan Setiap Panen

0 592

Acehasia.com | Aceh Utara – Budidaya Kelulut (Trigona Itama) menjadi kegiatan baru beberapa masyarakat di Kabupaten Aceh Utara. Untuk sekali panen saja, omset yang dihasilkan dari ternak kelulut yang satu ini bisa mencapai jutaan rupiah. Perawatannya juga tidak sulit, cukup menyiapkan tempat baru bagi keluarga lebah tanpa sengat itu.

Acehasia.com sejak dua bulan terakhir terus memantau perkembangan budidaya kelulut yang dikelola masyarakat secara sendiri-sendiri, salah satunya di Kecamatan Cot Girek, Kabupaten Aceh Utara. Hingga Minggu (26/04/2020), kelulut yang dikelola terus menghasilkan madu.

Namun sebelum dilakukan peternakan, masyarakat harus giat mencari sarang-sarang madu kelulut yang terdapat di beberapa pohon di hutan. Dalam pencarian sarang tersebut, Acehasia.com yang ikut bersama warga juga mengamati bahwa untuk mendapati lebah kelulut ini harus jeli dengan penglihatan juga pendengaran yang tajam.

Nah, setelah mengetahui adanya sarang Kelulut pada sebuah pohon kemudian dilakukan pemotongan. Akan tetapi, mendapatkan lebah tanpa sengat ini juga tidak sembarangan, agar alam tetap terjaga maka untuk jenis dan ukuran pohon juga harus diperhatikan.

Piyah, adalah salah satu warga di Kecamatan Cot Girek yang hingga saat ini disibukkan dengan budidaya Kelulut. Namun ia juga tidak sendiri, tentunya ditemani seorang rekan bernama Mustafa HS. Gacok adalah panggilan yang akrab disapa orang-orang disana, dalam bahasa Aceh ia menyebut sudah beberapa kali meraup omset dari hasil Kelulut.

“Sebelumnya saya lebih sering mencari sarang Kelulut di hutan lalu langsung saya jual. Namun saya pola dengan cara budidayakan langsung, setelah sarangnya diambil maka dibawa pulang dan membuat sarang baru dengan menyediakan kotak empat persegi dan batang pohon yang dipotong,” ujar Gacok.

Awalnya Gacok lebih sering menjual sarang Kelulut begitu saja tanpa membudidayakannya. Untuk setiap sarang yang ia jual juga bervariasi mulai dari Rp 300 ribu. Belakangan ia mengubah pola itu yaitu dengan cara membudidayakannya. Justeru itu, hasil yang ia dapat membawa berkah.

Kini, Gacok (Piyah) dan Mustafa tinggal menunggu hasil panen. “Saat ini sedang menunggu hasil panen, mereka (Kelulut) sedang menghasilkan madunya kedalam sarang atau kotak yang sudah kami siapkan. Perawatannya juga tidak sulit, bahkan tidak mesti diberi umpan,” kata Mustafa HS.

Sementara untuk nilai jual madu-madu yang dihasilkan Kelulut ini justeru sangat menggiurkan, harganya bisa mencapai sekitar Rp 600-700 ribu perliter. Madu Kelulut juga dipercaya dapat menyembuhkan sakit demam pada seseorang dengan cara di konsumsi langsung. (Chairul)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More