www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Letjen Donni Munardo Terima Buku rehan rekon Pidie Jaya dari Asisten II Pemerintahan Aceh

0 672

Acehasia.com | Banda Aceh- Letjen Donni Munardo mengatakan bahwa bencana alam bukalah hukuman Tuhan, tetapi kejadian alam yang berulang. “Keyakinan saya ini datang dari apa yang terekam di Gua Eek Lunttie Aceh Besar,” Ujar Donni disela sela kunjungannya ke Aceh saat transit di Bandara SIM Aceh Besar, Rabu (25/12/2019)

Donny Monardo disambut oleh Asisten II Setda Aceh, Teuku Dadek, Wakil Kepala BPBA dan Panglima Kodam Iskandar Muda di Ruangan VVIP BAndara Sultan Iskandar Muda.

Bagi Donny, Gua Eek Lunttie merupakan tempat bersejarah yang mampu merekam empat belas kali gempa dan tsunami maha dasyat, sebanding dengan tsunami pada 2004 silam. Kejadian tsunami di Gua Eek Lunttie di perkirakan  terjadi 7500 tahun silam.

Jenderal Donny juga mengatakan bahwa peletakan batu pertama pembangunan Geoprak Gua Eek Lunttie di Aceh Besar dibuat acara khusus, sebagai upaya memberitahukan kepada dunia bahwa kejadian gempa dan tsunami Aceh adalah berulang.

”Dari sana kita bangun kesiapsiagaan supaya tidak jatuh korban,”ujar Donny.

Donny juga mengatakan bahwa Gua Eek Lunttie adalah rekaman terbaik terhadap kejadian gemp dan tsunami Aceh yang berulang dan dijadikan sebagai iktibar bahwa gempa dan tsunami adalah kejadian alam yang harus disikapi dengan rasionalitas dan budaya siaga,

“Ini bukan hukuman apalagi kuntukan tetapi adalah bencana alam yang perlu disikapi dengan sikap siaga untuk tidak jatuh korban. “Kita harus jaga alam, dan alam akan jaga kita,” tambah Donny.

dalam kesempatan tesebut, Asisten II Teuku Dadek sekaligus penulis Buku Gempa Pidie Jaya mmenyerahkan buku tersebut kepada Letjen Donny Monardo

“Kami menyerahkan buku hasil karya kami kepada  Jenderal Donny Munardo Ka BNPB, sebab dalam proses rehan rekon di Pidie Jaya, Pidie dan Bireun BNPB yang mendominasi pembiayaan,” ujar Dadek.

“Dan buku ini diharapkan menjadi sebuah catatan penting bagi BNPB dalam pengalamannya untuk menangani daerah lainnya,” tambah Dadek.

Buku Rehabilitasi dan Rekonstruksi Gempa Pijay Pidie Jaya, Pidie, dan Bireuen ditulis Teuku Dadek bersama Hermansyah dan Yarmen Dinamika dengan Editor Asnawi Kumar. Buku ini melibatkan banyak pengumpul data diantaranya  Said Ashim, SE, Teuku Alkausar, Saiful Maswar Deddi Midwar, Ihwan Julmi, Chaufan Irfan Putra, SE Cut Dhiya Amalina, Sarah. Sedangkan desain sampul Wahyu Andhika Fatwa, desain Isi: Mulyadi Serambi Indonesia, Tebal xvi + 325 hlm; 14.8 x 21 cm, ISBN:  978-623-90210-5-4, diterbitkan Badan Penanggulangan Bencana Aceh 2019.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More