www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Lelaki di Lhokwseumawe Hamili Adik Ipar Yang Tuna Rungu

0 613

Acehasia.com | Lhokseumawe – IW, lelaki berusia 41 tahun itu hanya bisa berdiam menunduk saat dihadirkan Polisi dalam konferensi pers yang berlangsung di Polres Lhokseumawe, Aceh, Kamis (05/03/2020). Kedua tangannya diborgol, wajahnya tidak begitu jelas lantaran lelaki ini mengenakan topeng Ghostface.

IW, juga mengenakan pakaian orange bernomor 71 dan tercatat di dada kirinya sebagai tahanan Polres Lhokseumawe. Ia ditahan Polisi setelah dibekuk di Kecamatan Bebesan, Kabupaten Aceh Tengah pada Jum’at sore 14 Februari 2020 atas dasar LP / 01 / I / 2020 / Aceh / Res Lsmw / tanggal  02 Januari 2020.

IW diduga telah melakukan pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak dibawah umur berusia 14 tahun yang tak lain adalah adik iparnya sendiri atau adik kandung dari isteri IW. Bahkan akibat perbuatannya itu, korban berinisial RJ kini hamil empat bulan.

Sebagaimana kronologi, Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Wakilnya, Kompol Ahzan, kepada wartawan mengatakan perbuatan yang dilakukan tersangka IW terhadap RJ dilakukan diakhir tahun 2019 lalu yaitu di lakukan di kamar mandi pantai Ujongblang dan di rumah korban di Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe.

“Korban berusia 14 tahun dan memiliki kekurangan pendengaran dan tidak bisa berbicara (tuna rungu). Hubungan korban dengan tersangka adalah abang ipar, dan korban diketahui hamil pada bulan Desember 2019 setelah dibujuk kakak kandungnya,” ujar Kompol Ahzan kepada wartawan.

Kehamilan korban terungkap setelah kakak kandung membawanya kerumah dan menginap selama satu minggu. Pada saat itu pula sang kakak melihat hal yang tidak biasa pada korban yang sering memakan jeruk nipis, meludah, dan bawaan tubuh yang lemas. Sang kakak justeru mulai mencurigai jika adiknya sedang mengandung.

Berbagai upaya dilakukan sang kakak agar kejadian yang dialami adiknya (korban) bisa terkuak. Lantas, korban pun dibawa pulang kerumah orangtuanya di Kecamatan Blang Mangat, disana kakak korban menyiapkan alat tes kehamilan dan hasilnya menunjukkan bahwa sang adik yang tuna rungu itu ternyata sedang hamil.

Sampai disitu, korban menjelaskan kepada kakak kandungnya bahwa yang telah menghamilinya adalah tersangka IW yang tak lain abang iparnya sendiri atau suami dari kakak kandungnya. Tak terima dengan perbuatan itu, keluarga korban melaporkan IW ke Polisi.

Tersangka IW terkait kasus ini disangkakan Pasal Pidana yaitu Pasal 50 Jo Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum Jinayat. Bahkan, tersangka IW terancam dihukum cambuk. Hal ini sebagaimana Pasal 50 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat. (Chairul/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More