www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Lagi, Gajah Mati di Aceh Timur Kali Ini Seberat 1 Ton

0 519

Acehasia.com | Aceh Timur – Lagi-lagi kematian gajah kembali terjadi di Kabupaten Aceh Timur. Bangkai gajah liar Sumatera dengan jenis kelamin betina ditemukan secara tak sengaja oleh salah seorang masyarakat, bangkai gajah itupun mulai membusuk.

Kematian seekor gajah liar tersebut yang ditemukan di sekitar Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Kabupaten Aceh Timur justeru mengundang perhatian sejumlah pihak. Tim gabungan pun diturunkan ke lokasi.

Kepala BKSDA Provinsi, Agus Arianto, kepada wartawan mengatakan pihaknya pada Jum’at (17/04/2020) telah melakukam Nekropsi dan olah TKP dengan menggandeng dua dokter hewan, TNI Polri, Gakkum Wilayah I Sumatera, KPH 3, FKL, WCS, petugas Resort Langsa dan CRU.

“Olah TKP dan Nekropsi terhadap bangkai gajah guna mengetahui penyebab kematian satwa yang dilindungi itu. Hal ini merupakan proses tindak lanjut dari hasil pengecekan awal adanya bangkai gajah yang ditemukan warga,” ujar Agus, Sabtu (18/04/2020).

Dari hasil olah TKP ditemukan adanya cairan merah dan bubuk yang terbungkus plastik dan tergantung pada pohon serta di bawah gantungan plastik tersebut ditemukan kotak plastik yang berisi bubuk hitam yang diduga salah satu jenis bahan insektisida yang umum digunakan pada bidang pertanian.

Jarak temuan barang-barang tersebut, menurut Agus sebagaimana di lokasi, yaitu sekitar 100 meter dari lokasi bangkai gajah. Sedangkan dari hasil nekropsi yang dilakukan oleh tim dokter hewan BKSDA Aceh diperoleh hasil antara lain secara fisik pada bangkai gajah tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik.

“Seperti luka tusuk, sayat, peluru, sengatan listrik, bakar ataupun benturan/ trauma tumpul. Kondisi bangkai sudah mengalami autolysis/pembusukan. Kematian gajah diperkirakan sudah lebih dari satu minggu atau sudah delapan hingga sepuluh hari,” imbuh Agus.

Untuk jenis kelamin, gajah tersebut berjenis kelamin betina, usia sepuluh tahun dengan berat badan satu ton. Tak hanya itu, juga terdapat perubahan warna pada isi lambung makanan dalam saluran cerna yang umum ditemukan dalam kasus keracunan. Bahkan terdapat benda asing berupa serbuk hitam terbungkus plastik dan palstik kemasan deterjen yang dibalut kopiah.

Dari hasil nekropsi yang dilakukan secara makroskopis, bahwa kematian satwa yang dilindungi ini diduga karena toxicosis atau keracunan. Namun, kata Agus, guna mengetahui kepastian penyebab kematian gajah maka sampel bagian organ dalam gajah dan barang temuan yang ada di sekitar lokasi akan dikirim ke pusat laboratorium forensik untuk dilakukan uji toksicologi.

Selanjutnya BKSDA Aceh akan terus berkoordinasi dengan pihak Polres Aceh Timur dan Gakkum Wilayah I Sumatera terkait proses penanganan kematian gajah. Terkait hal ini dihimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk saling menjaga kelestarian alam khususnya satwa liar gajah Sumatera dengan cara tidak merusak hutan yang merupakan habitat berbagai jenis satwa. (Chairul)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More