www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Kuasa Hukum Sesalkan Upaya Pembongkaran Bangunan Pasar Geudong, Proses Hukum Masih Berjalan

0 652

Acehasia.com | Aceh Utara – Kuasa Hukum pedagang pasar inpres Keude Geudong, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara yakni Anwar MD, sangat menyesali upaya Perusahaan Daerah Bina Usaha (PDBU) Aceh Utara yang mencoba melakukan pembongkaran terhadap puluhan bangunan pedagang di Keude Geudong, Selasa (07/01/2020).

Ia berharap, agar dalam persoalan ini PDBU dan Pemkab Aceh Utara, serta pihak Kepolisian dan Satpol PP dapat menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Pengadilan Negeri Lhoksukon. Dirinya juga sudah mengkonfirmasi pihak Pengadilan.

“Selaku kuasa hukum dari pedagang, saya menyesali terjadi soal tindakan seperti ini. Kami sangat berharap supaya menghormati proses hukum yang sedang berjalan di Pengadilan Negeri Lhoksukon. Saya sudah mengkonfirmasi, silahkan mereka datang ke Pengadilan,” ujar Anwar.

Intinya, pihak yang berupaya untuk melakukan pembongkaran diminta untuk memberitahukan rencana tersebut.

“Kalau nantinya Kepala PN memberikan izin ya silahkan, kalau memang mereka tidak sanggup menunggu lama keputusan. Kita serahkan kepada Pengadilan,” kata Anwar.

Secara tegas, Anwar menyebutkan bahwa negara ini adalah negara yang berasaskan hukum dan bukan berasaskan kekuasaan. Sidang gugatan, kata Anwar, sudah ketiga kalinya dilakukan dengan agenda mediasi. Maka untuk itu, ia meminta PDBU menahan diri sebelum adanya keputusan Pengadilan.

“Sebelum ada keputusan Pengadilan, hendaknya PDBU, Pemkab Aceh Utara dan siapapun yang berkepentingan maka kami harap untuk menahan diri sebelum ada keputusan yang berhukum tetap. Ini harapan dari kami dan saya sebagai Kuasa Hukum para pedagang disini,” tegas Anwar.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, upaya pembongkaran 70 unit bangunan toko oleh PDBU Aceh Utara di pasar inpres Keude Geudong, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara gagal dilakukan lantaran para pedagang menolak upaya itu, Selasa (07/01/2020).

Pedagang turut menghadang satu unit alatberat jenis Excavator yang dikerahkan PDBU untuk membongkar puluhan bangunan. Para pedagang mendesak agar disediakan terlebih dahulu tempat dagangan yang baru, dan menunggu putusan dari Pengadilan Negeri Lhoksukon.

Humas PDBU Aceh Utara, Abdul Halim atau Halim Abe, mengaku bahwa pihaknya sebenarnya tidak meminta karena berbicara terkait dengan aturan dan asas-asas Hukum. Apalagi menurutnya, pembongkaran itu terkait dengan hak guna pakai yang kemudian telah berakhir sejak tahun 2010. (Chairul/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More