www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Komjen Pol Budi Waseso Sampaikan Beberapa Hal Penting Pada Hari Pramuka Aceh Utara

0 639

Acehasia.com | Aceh Utara – Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Komjen Pol Drs Budi Waseso, menyampaikan beberapa hal penting kepada Gerakan Pramuka tingkat Kabupaten Aceh Utara melalui amanat yang dibacakan Bupati Aceh Utara, H. Muhammad Thaib atau Cek Mad.

Hal ini disampaikan dalam upacara Hari Pramuka ke 58 tingkat Aceh Utara bertema “Bersama Segenap Komponen Bangsa, Gerakan Pramuka Siap Sedia Membangun Keutuhan NKRI” yang berlangsung di lapangan Bumi Perkemahan Cluster I Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, Senin (16/12/2019). 

Melalui amanat yang dibacakan tersebut, bahwa tema yang diusung hadir di tengah-tengah keprihatinan banyaknya permasalahan kekinian yang mengancam keutuhan dan keberlangsungan negara dan bangsa Indonesia. 

“Untuk itu, dalam rangka hari Pramuka agar kiranya Kakak-kakak dan Adik-adik Pramuka dapat memperhatikan beberapa hal,” demikian Cek Mad yang juga Ketua Majelis Pembimbing Cabang Pramuka Aceh Utara membacakan amanat Budi Waseso.

Salah satu yang menjadi poin penting yaitu merebaknya korupsi, kolusi dan nepotisme, serta maraknya penyalahgunaan Narkoba merupakan tiga kejahatan yang menjadi tantangan terbesar bangsa Indonesia saat ini. 

“Oleh karena itu, pada kesempatan ini saya mengajak segenap pengurus Kwartir, para pelatih dan pembina, serta semua nggota Pramuka untuk senantiasa menjadi peoneer dalam menanamkan nilai-nilai anti kejahatan luar biasa (extra ordinary crime),” sambungnya.

Disebutkan, Globalisasi selain mempunyai aspek positif tetapi tidak sedikit menimbulkan dampak negatif. Sepintas lalu dengan globalisasi memudahkan pemenuhan berbagai kebutuhan dasar manusia, termasuk kebutuhan pangan. 

Namun pada sisi lain, hal ini dapat mengancam keberlangsungan nasib petani, karena murah dan mudahnya bahan pangan dari negara lain masuk ke pasar Indonesia. Kerusakan dan pencemaran lingkungan juga merupakan kelalaian untuk semua akan pentingnya memikirkan warisan yang akan diberikan kepada geenrasi penerus pada masa mendatang. 

“Mencintai alam merupakan wujud dari rasa kasih sayang setiap anggota Pramuka bagi diri sendiri dari bagi generasi penerusnya. Kegagalan umat manusia memelihara kelestarian lingkungannya, sama artinya undangan terbuka bagi timbulnya berbagai bencana, seperti banjir, longsor, kebakaran hutan dan lahan,” tandas Cek Mad.

Gerakan Pramuka juga tidak dapat dan tidak boleh berpangku tangan setiap kali terjadi bencana. Intinya harus tetap mengambil peran aktif bersama instansi terkait melakukan tindakan pertolongan pertama yang diperlukan (first aid). 

Untuk itu, setiap anggota Pramuka diharapkan menjadi ksatria yang sadar bencana, yang rela menolong dan rela berkorban bagi sesama, serta tabah ketika menghadapi bencana. (Chairul/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More