www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Komisi III DPRK Aceh Utara Minta Pemerintah Tangani Abrasi di Kuala Keureutoe

0 627

Acehasia.com | Aceh Utara – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara diminta untuk segera mengatasi abrasi yang terjadi setiap gelombang pasang dan menghantam bagian muara di Desa Kuala Keureutoe, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara. 

Komisi III DPRK Aceh Utara dalam hal ini juga akan memanggil SKPK terkait guna memantau langsung kondisi abrasi yang terus mengganas. Dan, melakukan perencanaan setidaknya mampu merealisasikan harapan masyarakat melalui anggaran APBK.

Ketua Komisi III DPRK Aceh Utara, Razali Abu atau Abu Lapang, usai memperingati refleksi 15 tahun Gempa dan Tsunami Aceh, Kamis (26/12/2019), mengatakan abrasi akibat gelombang pasang yang kerap menghantam muara (Kuala) di Desa Kuala Keureutoe ini mengakibatkan daratan muara semakin terkikis setiap tahunnya. 

Dikhawatirkan jika tidak segera ditangani maka menjadi dampak buruk bagi masyarakat sekitar bahkan tak sedikit lahan milik masyarakat yang lenyap akibat dampak abrasi. Maka untuk itu, dirinya berharap agar Pemerintah bisa menangani dengan segera untuk mengantisipasi dampak abrasi tersebut.

“Sepanjang empat kilometer Kuala ini semakin terkikis akibat abrasi setiap gelombang pasang. Maka kami Komisi III DPRK Aceh Utara juga akan memanggil SKPK terkait untuk melihat langsung kondisi di lapang, paling tidak bisa membuat DID perencanaan melalui dana APBK,” kata Abu Lapang yang juga putra asli Kecamatan Lapang.

Selama pasca Tsunami, sebut Abu Lapang, masyarakat Lapang hanya bertahan hidup pada perekonomian tambak dan melaut. Sedangkan lahan persawahan belum begitu maksimal karena kerap tergenang gelombang pasang yang meluap dari Muara Kuala Keureutoe.

“Setidaknya nanti Pemerintah bersama kami dari Komisi III bisa saling memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk dapat merealisasikan penanganan abrasi, mungkin kedepan bisa dibuat semacam tanggul penghalang abrasi,” tukas dia.

Menyikapi hal ini Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf atau Sidom Peng bersama Ketua DPRK, Arafat yang didampingi Abu Lapang, meninjau lokasi muara yang terkikis abrasi yang kian mengganas. Namun, Fauzi menyebut untuk dapat memahami keadaan Pemerintah Daerah Aceh Utara saat ini.

“Ini langkah awal, kemampuan daerah saat ini dapat dipahami. Maka untuk itu, di tahun 2020 diupayakan melalui DID. Disamping itu, Pemda bersama Pemerintah Pusat juga mencetuskan program produksi garam yang dipusatkan di Kecamatan Lapang, dan akan berjalan bertahap,” kata Fauzi Yusuf menjawab pertanyaan wartawan.

Menurutnya, selama pasca Tsunami selain Pemerintah harus memikirkan upaya penanganan abrasi, kondisi masyarakat khususnya di Kuala Keureutoe didominasi korban Tsunami telah tersentuh bantuan dari Pemerintah Pusat, NGO maupun donatur, akan tetapi belum maksimal. (Chairul/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More