www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Koalisi NGO HAM Sesalkan Aksi Pemukulan di Hari Perdamaian

0 660

Acehasia.com | Banda Aceh – Insiden di hari peringatan perdamaiaan Aceh 15 Agustus 2019, di Kantor DPRA, sejumlah Mahasiswa yang melakukan aksi peringatan perdamaian tersebut masih diperiksa di Polresta Banda Aceh. Jum’at (16/8/2019)

Zulfikar Muhammad, Direktur Koalisi NGO Aceh menyampaikan bahwa pihaknya sudah kerahkan 3 orang pengacara untuk mendampingi 5 mahasiswa yang ditangkap pihak kepolisian dan sampai saat ini masih dalam proses penyidikan.

Kelima mahasiswa yang saat ini masih diproses hukum oleh Kapolresta Banda Aceh adalah Rizki (Presiden UIN Ar-Raniry), Ikhwanul Fuad (UIN Ar-Raniry), Lukmannul Hakim (UIN Ar-Raniry), Zubaili (IAIN Malikusaleh), Sabar (Wapres Unimal).

“Kami sudah lihat langsung kondisi mereka, bahkan kami lihat ada bercak darah yang masih tertinggal di baju salah satu mahasiswa yang ditangkap pihak Polresta Banda Aceh tersebut. Koalisi NGO HAM  juga akan usut tuntas perihal dugaan pemukulan tersebut terhadap para mahasiswa itu,” jelas Zulfikar

Koalisi sesalkan terjadi kericuhan di hari peringatan 14 tahun perdamaian Aceh. Menurut Zulfikar, harusnya persoalan bendera yang dikibarkan cukup dilihat dari sudut pandang aspirasi dalam berdemokrasi saja.

“Jika hanya soal bendera bintang bulan yang di kibarkan seharusnya dapat dilihat sebagai dinamika aspirasi dalam  berdemokrasi saja. Jadi aparat dalam hal ini kepolisian tidak perlu terlalu reaktif karena ini sedang di tangani oleh para pemimpin bangsa ini. jadi polisi harus percayakan penyelesaian soal ini kepada Presiden,”pungkasnya.

Menurut Koalisi NGO HAM, inilah ekspresi  keberbedaan para mahasiswa yang ingin  melihat wujud kekhususan Aceh. Pihak Koalisi NGO HAM juga berharap agar Kapolri melakukan evalusi terhadap Polresta Banda Aceh, yang dinilai pola penanganan masalah masyarakat masih jauh dari prinsip-prinsip reformasi Kepolisian RI. (Ril/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More