www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Kilas Kerajaan Hindu Di Mesjid Tuha

0 867

Foto: Eva Hazmaini

Acehasia.com |Banda Aceh- Mesjid merupakan tempat ibadah umat Islam, tetapi tak jaraang masjid menjadi saksi biru peradaban sejarah masa silam. Aceh, memiliki banyak sekali masjid yang hampir rata-rata memiliki sejarah tersendiri. Mulai dari sejarah penjajahan, bencana dan juga sejarah peradaban agama lain.

Mesjid Indrapuri misalnya. Terletak di desa Indrapuri Pasar, Kecamatan Indrapuri, membuat masjid ini menjadi salah satu ikon terkenal di Aceh Besar. Bukan hanya karena bangunanya yang unik, tetapi juga karena sejarah besar yang pernah terjadi tepat di bawah mesjid ini di bangun.

Sekitar abad ke 15, peradaban Hindu sangat pesat di Aceh. Hal ini di buktikan dengan tiga buah bangunan sejarah Hindu  yang berupa candi di Aceh yaitu Indrapuri, Indrapatra dan Indrapurwa. Ketiga candi ini akan berbentuk segi tig jika masig-masing di tarik garis, hal inilah yang sering disebut masyarakat Aceh sebagai Aceh Lhee Sagoe (Aceh tiga segi).

Masjid indrapuri sendiri di bangun di Atas reruntuhan candi. Pada masa kerjaan Hindu Lamuri  yang kemudian runtuh setelah masuknya Islam ke Aceh. Pada masa kejayaan Sultan Iskandar Muda, diperintahkan untuk membangun sebuah masjid di atas reruntuhan canti tersebut.

Awalnya candi tersebut memiliki dupa yang telah dihancurkan. Tingginya hampir mencapai 12 meter dengan lebar 18 meter dan tujuh buah undakan. Empat diantaranya merupakan bangunan asli candi. Setiap undakan memiliki tinggi bermacam-macam. Undakan pertama yang paling bawah memiliki tinggi sekitar empat sampai lima meter, undakan kedua mencapai tiga meter dan undakan keempat sekitar dua meter dan yang terakhir satu meter. 

Menurut warga sekitar dan pengakuan penjaga masjid, bahan yang digunakan untuk membuat candi tersebut bukan tanah dan batu, melainkan campuran kapur,dedaunn dan juga telur yang di dapat dari pemberian warga sekitar candi. . Hal ini dapat dilihat dari beberapa lubang yang terdapat di dinding benteng tersebut. Meskipun beberapa diantaranya sudah banyak yang diperbaiki dan disemen pada saat pemugaran.

“Memang tidak disemen, kalau kita lihat pada bolong-bolong yang ada di benteng, itu terbuat dari tanah, kapur dan daun-daun yang kalau disatukan dia akan lengket.” Jelas Sunardi, penjaga Mesjid tersebut sejak 15 tahun lalu.

Undakan lainnya di sambung dengan bangunan masjid yang juga berbentuk undakan. Ada tiga tingkatan masjid yang dipercaya memiliki arti Iman, Islam an Ihsan.

 “Mesjid dengan gaya nusantara ini adalah mesjid yang disokong dengan empat tiang soko guru kemudian dia berundak tiga yang diartikan sebagai Iman, Islam dan Ihsan.” Jelas Nurdin Ar selaku dosen Filologi Uin-Ar-raniry.

Mesjid Indrapuri atau yang belakangan di sebut sebagai masjid Tuha Indrapuri dulunya pernah menjadi pusat pemerintahan kerajaan Aceh pada masa Sultan Iskandar Muda selama beberapa bulan. Tak lama kemudian,  masjid tersebut berhasil di taklukkan Belanda.

Mesjid ini sering dikunjungi oleh pengunjung dari berbagai daerah, mulai dari masyarakat setempat maupun mancanegara seperti Malaysia, untuk sekedar beribadah ataupun mengenal peninggalan Hindu di tanah Aceh.(Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More