www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

KIA Minta Anggaran Covid 19 di Aceh Wajib Terbua

0 341

Acehasia.com |Banda Aceh- Komisi Informasi Aceh (KIA) berharap pemerintah Aceh bisa terbuka dalam pengelolaan dan Perencanaan anggaran untuk pencegahan dan penanganan Covid 19  di Aceh. Sebagaimana ketentutan perundangan bahwa anggaran publik seperti Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten/Kota (APBK) wajib terbuka dan dapat diakses oleh masyarakat. Hal ini diungkapkan KIA dalam rilisnya yang di kirimkan ke Acehasia.com, Senin (04/5/2020)

Sebagaimana diketahui bahwa Pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota telah melakukan refocusing anggaran daerah. Namun, publik masih bertanya-tanya besaran alokasi dan penggunaan dana pencegahan dan penanganan covid 19. Di beberapa media, ada yang menyebutkan bahwa angaran Covid 19 tersebut sebesar Rp 1,7 triliun, ada yang menyebutkan Rp 4 triliun.

Wakil Ketua Komisi Informasi Aceh, Arman Fauzi menyatakan seharusnya Pemerintah Aceh segera mengumumkan besaran alokasi dan untuk apa saja anggaran tersebut di gunakan. Jangan sampai publik menduga-duga dan berprasangka yang negatif. Tentu kondisi ini tidak baik ditengah upaya kita untuk menyelesaikan dan menangani wabah covid 19 ini secara bersama-sama.

“Kita berharap, pemerintah Aceh dan tentunya Pemerintah Kabupaten/kota juga menyampaikan informasi rencana dan penggunaan dana covid 19 secara terbuka kepada pmasyarakat,” Ungkap Arman.

Dia juga menambahkan, di tengah bencana wabah covid 19, Pemerintah Aceh dan Pemerintah Kabupaten/Kota hendaknya mendorong proses-proses perencanaan dan penganggaran yang transparan dan akuntable. Dari awal, masyarakat diharapkan terlibat dalam perencanaan dan pengawasan.

Arman memberikan sebuah contoh, pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota membuka data penerima manfaat bantuan sosial dan bantuan pangan, sehingga akan ada control dari berbagai pihak. Hal ini untuk mengetahui secara cepat masyarakat yang layak memperoleh, namun belum terdata.

“Proses transparansi ini tentunya akan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah, terutama dalam menghadapi bencana wabah covid 19. Kepercayaan masyarakat sangat penting agar kita semua dapat bekerjasama dan keluar dari krisis ini,” tambah Arman.

KIA Aceh menilai bahwa wabah covid 19 ini mempengaruhi berbagai sendi kehidupan, bukan hanya soal kesehatan, namun termasuk ekonomi, sosial dan budaya. Oleh karena itu, perlu  penanganan yang terencana dan terintegrasi. Koordinasi antara provinsi dengan Kabupaten/kota serta pemerintahan gampong menjadi aspek penting, terutama dalam membangun mekanisme pemberian bantuan.

“Transparansi pengelolaan anggaran penanganan covid 19 menjadi pilar penting ketika Aceh ingin segera mengakiri krisis ini. Dengan transparansi dan akuntabilitas, pemerintah Aceh dan Kabupaten/Kota akan telah menjalankan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik, dan tentunya akan mendapat dukungan dan kepercayaan masyarakat,” Tutup Arman.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More