www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Kemenristek RI Resmikan Mesin Fraksinasi Atsiri Research Center Unsyiah

0 626

Acehasia.com | Banda Aceh- Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, S.E.,M.U.P.,Ph.D meresmikan mesin fraksinasi nilam di Atsiri Research Center (ARC) Universitas Syiah Kuala yang merupakan bantuan dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jumat (28/02/2020)

Peresmian mesin fraksinasi nilam ini di hadiri oleh sejumlah pejabat dari Universitas Syiah Kuala. Turut hadir Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng selaku Rektor Universitas Syiah Kuala, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dan seluruh civitas akademika lingkungan Universitas Syiah Kuala.

Menteri Riset dan Teknologi Republik Indonesia, Bambang menyampaikan bahwa mesin fraksinasi ini mampu mengolah minyak mentah menjadi minyak yang sudah di proses.

“alat ini merubah minyak mentah menjadi minyak yg sudah diproses dan memberikan. Saya apresiasi sebesar besarnya untuk Unsyiah yang tiada hentinya memperhatikan inovasi utk meningkatkan nilai tambah minyak nilam,” Ungkapnya.

Bambang juga menambahkan bahwa semuanya ini bukan hanya untuk civitas akademika Unsyiah, tapi kegunaan mesin ini tentunya juga untuk masyarakat Aceh dan petani nilam itu sendiri.

“Fakta bahwa tanaman sederhana menjadi komoditas yg begitu berharga merupakan berkat dari inovasi dari para peneliti yg tentunya bermanfaat bagi rakyat Aceh”.tambahnya.

bambang juga berharap semua nilam di Aceh bisa dinilai tambahkan, dan petaninya bisa makin sejahtera.

“Agar Unsyiah dan BPPT juga bisa pekerjasama dengan pengusaha kosmetik yang nantinya berbahan dasar nilam dari Aceh ini”, tutup Bambang.

Selain itu, ketua Atsiri Research Center, Dr. Syaifullah menjelaskan bahwa Mesin fraksinasi untuk nilam selama ini hanya ada di Singapore. Dengan mesin ini kita bisa memproduksi minyak nilai 24 ton pertahun, setara dengan 12 juta botol parfum.

“kita sekarang memiliki mesin fraksinasi yang mampu meningkatkan omset hingga mencapai 1,8 Triliun, alhamdulillah akhirnya mesin ini ada di Unsyiah berkat perjuangan kita bersama,” Ungkap Syaifullah.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More