www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Kembali Sekolah Bulan Juli, Lembaga Pendidikan Al-Azhar Meulaboh Lakukan Instruksi Pemerintah

0 476

Acehasia.com | Meulaboh – Lembaga Pendidikan Al-Azhar Meulaboh siap untuk ikut serta mengaktifkan satuan pendidikan secara tatap muka pada bulan Juli, dengan mempersiapan segala hal sesuai dengan instruksi pemerintah.

Sesuai dengan pernyataan Nadiem Makarim, selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, beliau menyatakan ada 4 syarat yang harus dipenuhi saat aktifnya kembali pendidikan ditengah pandemi covid-19.

Zona hijau menjadi syarat pertama, utama dan wajib dipenuhi satuan pendidikan atau sekolah yang akan dibuka untuk pembelajaran tatap muka. Kedua adalah jika Pemerintah Daerah atau Kantor Wilayah/Kantor Kementerian Agama memberi izin.

Ketiga, jika satuan pendidikan sudah memenuhi semua daftar periksa dan siap melakukan pembelajaran tatap muka. Keempat, orang tua/wali murid menyetujui putra/putrinya melakukan pembelajaran tatap muka di satuan pendidikan.

Keempat syarat tersebut telah dipenuhi oleh Lembaga Pendidikan Al-Azhar Meulaboh, dan siap untuk mengaktifkan sekolah secara tatap muka nantinya.


Segala persiapan telah dirancang sedemikian rupa sesuai instruksi pemerintah, dan Lembaga Pendidikan Al-Azhar juga melibatkan tim gugus Covid-19 untuk berhadir ke sekolah, dengan tujuan untuk memantau dan mendampingi proses aktifnya belajar tatap muka disekolah.

Tidak hanya itu, Lembaga Pendidikan Al-Azhar juga telah menyiapkan media kesehatan untuk pencegahan covid-19, seperti memberikan masker gratis, menyediakan wadah untuk mencuci tangan, menyediakan handsanitizer, menyemprot disinfektan, dan jarak siswapun akan dipantau sesuai protokoler pemerintah.

“Menyambut aktifnya pembelajaran secara tatap muka, kita sudah melakukan persiapan sesuai SOP dari pemerintah, harapannya semoga tidak ada lagi kekhawatiran dari para wali murid dan semoga keberlangsungan sekolah nantinya berjalan dengan lancar tanpa ada hambatan apapun”, ungkap Suhadi, selaku Pimpinan Lembaga Pendidikan Al-Azhar.

Suhadi juga mengungkapkan bahwa physical distancing juga akan diberlakukan saat proses pembelajaran berlangsung, jumlah murid dikurangi sebesar 50% kapasitasnya, agar siswa mampu menjaga jarak dengan siswa lainnya.(Ulfa)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More