www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Jelang Nataru, Kemenhub Tingkatkan Kewaspadaan Penyeludupan Narkoba Melalui Bandar Udara

0 692

Acehasia.com | Jakarta – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana B Pramesti, menghimbau kepada seluruh penyelenggara bandar udara, Avsec (Aviation Security) seluruh Indonesia untuk mewaspadai tindakan penyelundupan dan penyalahgunaan narkoba. Hal ini diyakinkan berpotensi terjadi dalam penerbangan saat momen liburan Natal dan Tahun Baru 2020.

Polana menegaskan transportasi udara harus bebas dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Hal ini sudah diatur melalui Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PKPS).

“Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah berkomitmen memerangi penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang, sebagaimana yang telah diatur dalam PKPS. Penyalahgunaan dan penyelundupan narkoba dalam penerbangan berbahaya karena dapat menyebabkan accident maupun incident,” ucapnya pada  Polana, Jumat,(20/12/2019).

Kementerian Perhubungan sudah berupaya untuk melakukan pengawasan secara intensif dan juga pemantauan keamanan serta pelayanan penerbangan di seluruh banda udara.

Pemeriksaan kesiapan personil dan random ramp check narkoba melalui pemeriksaan urine juga dilakukan. Ada tujuh parameter yang dipakai dalam pemeriksaan urine, yakni THC, cocaine, methamphetamine, amphetamine, ketamine, morphine, dan benzodiazepine.

“Semua personil penerbangan harus bebas narkoba. Bagi yang terbukti menggunakan narkoba akan diberikan sanksi sesuai dengan UU Nomor 1 tentang Penerbangan serta Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PKPS) atau Civil Aviation Safety Regulation (CASR),” ujar Polana.

Kementerian Perhubungan juga telah membuka posko Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di seluruh Bandar Udara. Posko Nataru 2019/2020 beroperasi sejak Kamis, 19 Desember 2019 hingga Senin, 6 Januari 2020 dengan mengusung tema “Nataru Asyik Lancar dan Selamat”. (Ril/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More