www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Jaringan Sabu Internasional Dibekuk Polisi Lhokseumawe

0 710

Acehasia.com | Lhokseumawe – Satuan Reserse Narkoba Polres Lhokseumawe, Aceh, membekuk enam pria atas kasus tindak pidana narkotika jenis sabu. Polisi menyebutkan, keenam orang tersebut merupakan jaringan narkoba (sabu, red) internasional (Malaysia – Aceh).

Adapun mereka yang dibekuk masing-masing SY alias TY (49), tercatat sebagai warga Kabupaten Bireuen. F alias AL (34), FR (37), MJ alias SP (39), MN alias X (35), dan AL (39), kelima orang tersebut tercatat sebagai warga Kabupaten Aceh Utara.

Waka Polres Lhokseumawe, Kompol Ahzan, dalam konferensi pers yang berlangsung di Mapolres setempat, Selasa (17/03/2020), menyebutkan para tersangka dibekuk di lima tempat berbeda. Tak hanya itu, pihaknya juga mengamankan barang bukti 1 kilogram sabu, satu unit sepeda motor, tujuh unit HP, dan satu timbangan digital.

“Penangkapan berawal informasi bahwa di Desa Ujong Blang ada seseorang yang memiliki diduga sabu seberat dua kilogram. Lalu, Tim bergerak melakukan penyelidikan yang dipimpin Kasat Resnarkoba dan menyamar sebagai pembeli dengan cara menghubungi F alias AL,” kata Kompol Ahzan didampingi Kasat Resnarkoba, Iptu Ferdian Chandra.

Tanpa merasa curiga, F alias AL bersama SY alias TY menunggu calon pembelinya (Polisi menyamar, red) di lokasi yang telah ditentukan. “Setelah berjumpa, tim langsung mengamankan keduanya. F berperan sebagai orang yang melihat uang untuk meyakinkan pemilik sabu, sedangkan SY berperan sebagai penyedia buku rekening,” imbuh Kompol Ahzan.

Tak sampai disitu, Tim langsung melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan empat orang jaringan tersebut yakni FR, MJ alias SP, MN alias X, dan AL. Para tersangka terkait kasus ini diterapkan Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana hukuman mati atau penjara seumur hidup. (Chairul)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More