www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Ini Pesan Wali Nanggroe di Peringatan Maulid Nabi SAW

0 705

Acehasia.com | Banda Aceh – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haytar mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mengingat pentingnya mempelajari sejarah khususnya sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW. Hal ini disampaikan pada kegiatan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1441 Hijriah. Kamis (5/12/2019)

Acara yang diadakan oleh Lembaga Wali Nanggroe Aceh  ini diisi dengan santunan anak yatim, tausiah dan khanduri ini berlangsung di Kompleks Meuligoe Wali Nanggroe, Aceh Besar.

 “Mempelajari kembali sirah nabawiyah adalah mempelajari tentang perjalanan hidup Rasulullah SAW dalam mengenalkan aqidah islam dan membangun peradaban Islam seantero dunia, lebih dari 14 abad silam,” kata Wali Nanggroe dalam sambutannya.

Menyinggung tentang perdamaian, Wali Nanggroe mengingatkan bahwa Aceh telah sepakat untuk merawat dan menjaga perdamaian. Oleh sebab itu tidak boleh ada pihak yang sengaja ataupun tidak, mencoba mengusik perdamaian Aceh.

“Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengajarkan kita membenci sesama muslim hanya karena perbedaan suku, perbedaan bahasa, perbedaan pakaian yang dikenakan. Sebaliknya beliau mengajarkan bahwa sesama muslim itu bersaudara,” kata Wali Nanggroe.

Nabi Muhammad  SAW, kata Wali Nanggroe,  memerintahkan umat untuk mendamaikan sesama muslim. Semangat tersebut telah memberi inspirasi kepada perjanjian damai antara Gerakan Aceh Merdeka dengan Pemerintah Republik Indonesia, 15 Agustus 2005 silam setelah konflik bersenjata 30 tahun lamanya.

Dari perjanjian tersebut juga telah melahirkan UU RI Nomor 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintah Aceh yang menjadi semangat baru dalam menata masa depan.

“Baik buruknya keadaan masyarakat Aceh ke depan, bersatunya atau ambruknya persaudaraan Aceh ke depan sangat ditentukan oleh pelaksanaan UUPA ini,” jelas Wali Nanggroe.

Menurut Wali Nanggroe, Pemerintahan Aceh yang berisikan putera-puteri terbaik, perlu mempelajari sejarah dengan sebenarnya. Sebab untuk mewujudkan peradaban Aceh yang mulia dan bersyariat, orang Aceh harus memiliki visi yang sama.

“Hari ini kita patut bersyukur Aceh masih memiliki para ulama. ulama  yang senantiasa memikirkan keselamatan ummat.  kita patut berterimakasih kepada para ulama kita yang senantiasa menjaga ukhuwah islamiyah diatara kita. Dari ulama kita belajar untuk tidak meributkan persoalan khilafiyah yang hanya menghabiskan energi dan waktu. tanpa menyentuh langsung kemaslahatan umat,” tambah Wali Nanggroe.

Selanjutnya, Wali Nanggroe menyerahkan santunan kepada 200 anak yatim yang berasal dari gampong-gampong seputaran Kompleks Meuligoe Wali Nanggroe.

Acara juga diisi dengan tausiah yang disampaikan oleh Tgk. H. Nuruzzahri Yahya atau Waled Nu dan doa bersama oleh Abi Mawardi Hasyim.

Katibul Lembaga Wali Nanggroe Aceh Usman Umar, menyebutkan bahwa Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini mengangkat tema ‘Satukan Langkah Menuju Aceh Hebat dan Bermatabat’.

“Kita turut mengundang dua ribu tamu undangan, yang terdiri dari unsur Forkopimda Aceh, para Ulama Aceh, SKPA, Instansi Vertikal beserta masyarakat umum,” kata Usman melaporkan. (Ril/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More