www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Ini Istilah ODP dan PDP Pada Covid-19

0 625

Acehasia.com | Aceh Utara – Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dan Forkopimda setempat memaparkan soal merebaknya wabah virus Corona atau Covid-19. Pemaparan itu berlangsung di Oproom Setdakab Aceh Utara, Selasa (17/03/2020).


Masyarakat dalam hal ini juga diminta oleh Wakil Bupati Fauzi Yusuf memahami pengertian Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sehingga tidak menimbulkan kegaduhan karena menerima informasi hoaks. Dalam kesempatan itu, turut dihadirkan narasumber utama dari RSU Cut Meutia yang juga dari perwakilan Departemen Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi FK-Unimal, Dr Indra Buana, SpP, FISR, untuk menjelaskan tentang gejala klinis dan pengobatan terhadap paparan coronavirus. 


Ia menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan PDP adalah seseorang yang mengalami demam 38 derajat C atau lebih, mengalami batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan. Yang lebih kentara lagi, sebut Dr Indra, adalah mengalami pneumonia ringan hingga berat berdasarkan gejala klinis dan/atau gambaran radiologis. 


“Lebih-lebih lagi pada orang yang memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala. Termasuk PDP juga adalah seseorang dengan demam 38 derajat C atau lebih atau mengalami ISPA ringan sampai berat, dan dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala pernah kontak dengan kasus terkonfirmasi covid-19,” terang Dr Indra.


Selain itu, pernah bekerja atau mengunjungi fasilitas kesehatan yang berhubungan dengan pasien terkonfirmasi covid-19, atau pernah berkunjung ke Provinsi Hubei, China, atau pernah kontak dengan orang yang memiliki riwayat perjalanan ke Hubei, China dalam 14 hari terakhir.
Sedangkan ODP sebut Dr Indra, adalah seseorang yang mengalami gejala demam 38 derajat C atau riwayat demam atau ISPA, namun tanpa pneumonia, dan memiliki riwayat perjalanan ke negara yang terjangkit dalam 14 hari terakhir sebelum timbul gejala. 


Wakil Bupati mengajak masyarakat untuk memahami lebih jauh mana yang disebut ODP dan mana yang sebut PDP. Di Aceh Utara, kata Fauzi, belum ada yang berstatus PDP. Sedangkan yang ODP itu sedang ditangani oleh RSU Cut Meutia, diisolasi sementara karena baru datang dari luar negeri.


Maka untuk itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang baru datang dari luar negeri atau dari luar daerah dan merasa demam atau tidak enak badan, disarankan agar mengecek kondisi kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat, ke Puskesmas, atau langsung ke RSU Cut Meutia. 


“Kami mengajak masyarakat proaktif memeriksa kesehatannya, sehingga dapat menghindari atau mengantisipasi lebih dini jika terpapar virus Corona,” harap Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf. Sementara dr Indra Buana, SpP, FISR, lebih jauh menjelaskan tidak semua pasien yang diisolasi dapat langsung divonis terinfeksi orona.


Hal itu tergantung hasil pemeriksaan laboratorium, positif atau tidak. Secara klinis, pihaknya membagi katagori kasus probable dan kasus terkonfirmasi. Untuk kasus probable adalah kasus suspek yang diperiksa untuk 2019-nCoV tetapi inkonklusif (tidak dapat disimpulkan) atau seseorang dengan hasil konfirmasi positif pan-coronavirus atau beta Coronavirus.


“Sedangkan kasus terkonfirmasi adalah seseorang yang terinfeksi 2019-nCoV dengan hasil pemeriksaan laboratorium positif,” jelas Indra. (Chairul)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More