www.acehasia.com
Portal Berita Terpercaya dan Kredibel

Ini Dia Sosok Eva di Film Prasangka

0 930

Acehasia.com | Banda Aceh – Bergelut menjadi seorang model memang menjadi salah satu hobi bahkan pekerjaan yang sangat banyak dilirik oleh kalangan remaja hingga dewasa, baik itu pria atau wanita.

Tak hanya di ibukota, di Aceh misalnya, profesi peraga busana ini menjadi trend yang sangat banyak peminatnya, karena dari karir yang baik menjadi seorang foto model juga dapat menghantarkan seorang pekerja seni di depan layar menuju dunia keartisan, bisa saja menjadi pemain film, bahkan pembisnis fashion dan kuliner.

Dindha Gandhis, selebgram asal Aceh yang sukses di dunia bisnis fashion sekaligus menjadi Pemeran utama wanita (aktris) di film fiksi karya sineas Tanoh Rencong.

Pada Film Prasangka yang dikemas unik dengan menceritakan pengalaman seorang wanita yang diduga diguna-guna oleh seorang pria aneh, Dinda menjadi pemeran utama dengan nama tokoh Eva Susanti.

Baginya, bermain film bukan lagi pengalaman pertama. Pada masanya dulu, Dinda pernah bermain di film fenomenal Aceh Umpang Breuh. Bermain di film Prasangka menjadi pengalaman agak rumit baginya karena harus mendalami peran dengan serius di film tersebut.

“Sebagai Eva yang kena penyakit kaki gajah, harus mendalami peran dengan baik agar orang berfikir aku benar-benar terkena penyakit kaki gajah, mempelajari rasa sakit gejala kaki gajah,” ujar Dinda saat dijumpai di Diga House yang  merupakan butik miliknya.

Berperan serius dan maksimal juga dilakukan oleh ibu satu anak ini, baginya bermain di film Prasangka merupakan pengalaman seru.

“Di dunia model aku tidak perlu mendalami peran, pengalaman lain biasanya ya enggak ada yang serius seperti ini, istilahnya humor dan komedian gitu, kalau foto biasa saja tapi kalau main film harus benar-benar memperhatikan kelenturan tubuh dan dialog yang harus dihafal,”jelas dinda

Dinda dinilai telah sukses di dunia bisnis dan model, banyak tawaran endorse yang mampir ke Dinda. Namun kesuksesan ini tidak dilakukan dalam waktu dekat.

Dinda mulai menekuni hal ini sejak sembilan tahun yang lalu, butuh kerja keras dan semangat pantang menyerah.

“Di dunia modeling dari kelas tiga SMA 2010, Sebelum punya anak emang udah di dunia entertain atau yang berhubungan dengan seni,” sebutnya.

Berawal dari keterbatasan uang jajan yang didapat dari orangtua, perempuan kelahiran 1992 ini bertekat untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.

“Awalnya dari keterbatasan uang jajan dari orang tua, aku hanya bisa beli uang aku butuhkan bukan yang aku inginkan,” kenang Dinda.

Kini, berbagai macam tawaran dating menghampiri Dinda dan sempat beberapa kali melakukan sesi pengambilan video di luar negeri salah satunya India.

“Waktu itu sebenarnya cuma jalan-jalan aja, sekalian ngambil video juga, kebetulan India merupakan negara yang paling ingin saya kunjugi,”ungkap Dinda.

Untuk film Prasangka, Dinda berpesan kepada seluruh sineas Aceh Dinda berharap agar lebih banyak lagi film Aceh yang kreatif dan menginspirasi, mengedukasi serta membuat penasaran.

“Semoga banyak film yang lebih membuat penasaran, seperti film tentang Aceh seperti mengkritisi atau tentang jilbab di Aceh seperti apa agar teman-teman diluar lebih kenal Aceh lewat film dan tidak ada Prasangka ini itu terhadap Aceh,”imbuhnya.

Menurutnya, pemikiran orang luar Aceh berfikir Aceh dengan berbagai anggapan negatif.

“Semoga banyak film Aceh yang memiliki banyak makna dan edukasi yang bermamafaat ke depannya,”tutupnya. (Helena/Hz)

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More